LAMPUNGONE.CO, BANDAR LAMPUNG- Pedagang Sayuran di Pasar Tradisional mengeluhkan kenaikan cabe rawet dan cabe merah hingga 30 persen, dikarenakan atas kenaikan tersebut membuat omzet penjualan cabe menurun.
Andi salah satu pedagang sayuran di Pasr Tugu, Bandar Lampung sangat kecewa dengan ada kenaikan harga ini terutama pembeli jadi sepi, Jum’at (4/3).
“Cabe naik udah 3 hari ini, cabe merah dari harga Rp30 ribu bisa jadi Harga Rp40 atau Rp45 ribu per kilogram, rawit dari harga Rp40 ribu jadi harga 65 ribu, mungkin karena cuaca hujan, atau bisa jadi petani gagal panen,” ucapnya.
Masyarakat juga merasakan dampaknya terkait naiknya harga sayuran terutama cabe, yang sangat mencekik warga dengan adanya keadaan tidak stabilnya harga ini.
Mega Warga Way Halim sangat mengeluh membeli cabe dengan ketidak stabilan harganya ini apa lagi dia pembeli tetap tiap hari karena produksi usaha restoran.
“Ya mau gimana lagi terutama untuk kebutuhan rumah tangga , mau nggak mau harus kita beli untuk kebutuhan sendiri dan usaha,” ujarnya.
Andi pedagang dan Mega warga berharap kepada pemerintah Kota Bandar Lampung supaya harga cabe dan sayuran bisa distabilkan di normalkan kembali, apa lagi dimana keadaan serba susah ekonomi dan pandemi.









