Pemkab Pesibar Bakal Gelar Liwa Expo di Akhir Tahun

  • Bagikan
Gustian, pejabat fungsional penanaman modal pada Dinas PMPTSP Lambar saat diwawancara di ruang kerjanya, Jumat (17/06).

LAMPUNGONE.CO, LAMPUNG BARAT – Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melalui DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan pelayanan terpadu satu pintu) bakal menggelar Liwa Expo akhir tahun ini. Kegiatan expo tersebut merupakan upaya promosi penanaman modal dalam daerah yang bertujuan mendorong tumbuhnya investasi di bumi Skala Bekhak yang diakui masih sangat minim.

Hal itu disampaikan Gustian, pejabat fungsional penanaman modal pada Dinas PMPTSP Lambar di ruang kerjanya, Jumat (17/06).

Menurut Gustian, seharusnya ada dua event promosi investasi yang direncanakan digelar tahun ini. Namun promosi investasi dalam provinsi (PIDP) yang seharusnya digelar April lalu terpaksa dibatalkan pihak Provinsi Lampung atas alasan pandemi.

“Jadi anggaran promosi dalam provinsi tidak terserap. Kita berharap promosi dalam daerah bisa dilaksanakan akhir tahun nanti. Bentuknya ya Liwa expo,” ujar dia.

Menurutnya, Dinas PMPTSP sebenarnya sudah selesai menyusun kalender promosi investasi sejak lama. Namun pelaksanaannya tidak maksimal karena terbatasnya anggaran. Terlebih ditengah tekanan pandemi.

Gustian juga mengakui potensi investasi di Lambar memang lebih didominasi eksploitasi sumberdaya alam. Sedangkan peluang investasi di bidang industri dan UMKM cenderung minim.

Selain itu, sarana promosi yang dimiliki dinas cenderung mengandalkan situs web, penyebaran pamflet dan liwa expo yang hanya digelar sekali setahun. Padahal, sasaran promosi penanaman modal adalah masyarakat luas serta calon investor yang harus dijangkau melalui sarana yang tepat.

Liwa expo, sambung dia, merupakan terobosan yang dibuat Dinas PMPTSP sebagai ajang promosi investasi dalam daerah. Sebab, selain memberi ruang pameran bagi pelaku UMKM, konsep expo juga melaksanakan diskusi pengembangan usaha dan perluasan pasar serta seminar yang menghadirkan organisasi pelaku usaha seperti Kadin dan organisasi retail dan berbagai jenis usaha lainnya.

Melalui konsep expo, pemerintah berharap promosi investasi berjalan lebih baik. Adapun potensi yang dipromosikan meliputi potensi investasi pariwisata, produk UKM serta investasi sektor ketenagalistrikan seperti misalnya PLTMH dan eko wisata.

“Wilayah kita ini sebagian besar adalah kawasan hutan. Jadi potensi investasinya memang terbatas,” ujar dia.

Sepanjang 2022, Gustian mengakui belum ada investasi skala besar yang masuk ke Lampung Barat. Yang cukup bertumbuh adalah investasi lokal skala kecil seperti UKM.

“Iklim investasi di masyarakat cukup baik. Buktinya banyak masyarakat yang mengurus ijin langsung melalui aplikasi daring. Yang resikonya rendah, ijinnya langsung kita terbitkan,” pungkasnya.

  • Bagikan