LPS Ajak Mahasiswa UBL Cerdas Finansial untuk Sambut Indonesia Emas

  • Bagikan

LAMPUNGONE.CO,BANDARLAMPUNG – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengajak mahasiswa Universitas Bandar Lampung (UBL) meningkatkan kecerdasan finansial sebagai bekal dalam menata masa depan sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas.

Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan kuliah umum LPS di Universitas Bandar Lampung dengan tema “Cerdas Finansial, Aman Menata Masa Depan”.

Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan Simpanan dan Resolusi Bank, Doddy Zulverdi, mengatakan ketahanan sistem keuangan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung cita-cita Indonesia Emas.

Menurutnya, tanpa sistem keuangan yang kuat, berbagai upaya menuju Indonesia Emas akan sulit diwujudkan karena tidak memiliki dukungan finansial yang memadai.

“Ketahanan sistem keuangan harus kuat. Kalau tidak kuat, semua upaya menuju Indonesia Emas bisa hancur karena tidak didukung secara finansial,” kata Doddy.

Ia menekankan, generasi muda harus memiliki kreativitas sekaligus kemampuan menyusun strategic planning. Menurutnya, setiap anak muda harus memiliki mimpi dan tujuan yang jelas, kemudian didukung dengan perencanaan keuangan yang tepat.

“Kita harus punya mimpi. Ketika kita ingin menjadi sesuatu, mimpi itu harus didukung secara finansial. Karena itu, kembangkan kemampuan berpikir strategis dan strategi yang kita lakukan,” ujarnya.

Doddy juga menjelaskan pentingnya menjaga ketahanan sektor perbankan Indonesia. Menurutnya, pengalaman krisis ekonomi pada 1997-1998 menjadi pelajaran penting bahwa sistem keuangan harus terus diperkuat.

Ia menyebut Indonesia kembali menghadapi berbagai tekanan akibat krisis global pada 2007-2008, 2013, 2015 hingga pandemi Covid-19 pada 2020. Namun, dampaknya tidak sampai menimbulkan krisis seperti sebelumnya karena sistem keuangan Indonesia dinilai lebih kuat.

“Peristiwa-peristiwa tersebut sifatnya bukan lokal, tetapi global. Indonesia memang terdampak, tetapi tidak sampai menjadi krisis karena sistem keuangan kita kuat,” jelasnya.

Menurut Doddy, perbankan memiliki tiga fungsi utama dalam kehidupan masyarakat. Pertama, sebagai tempat menyimpan uang. Kedua, sebagai sumber pembiayaan melalui kredit. Ketiga, sebagai jembatan dalam melakukan transaksi pembayaran.

“Perbankan itu kuncinya. Karena itu, ketahanan perbankan di Indonesia merupakan kondisi yang dibangun melalui upaya dan konsistensi,” katanya.

Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak menganggap keberadaan sistem perbankan sebagai sesuatu yang selalu tersedia tanpa perlu dijaga.

“Sistem perbankan bukan sesuatu yang kita anggap selalu ada. Itu harus diperjuangkan dan dijaga. Kalau kita sebagai nasabah, kita juga harus menjaga bagaimana kondisi finansial kita di perbankan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Doddy juga memberikan sejumlah tips kepada mahasiswa untuk mengelola keuangan. Selain memiliki tabungan, ia mendorong generasi muda menyiapkan perlindungan melalui asuransi serta mulai mempertimbangkan investasi sesuai kebutuhan dan kemampuan.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah mengikuti tren atau fenomena fear of missing out (FOMO), terutama yang dapat mendorong perilaku konsumtif.

“Jangan gampang FOMO dan terjebak di situ. Kita harus waspada terhadap perilaku belanja impulsif,” tegasnya.

Doddy mendorong mahasiswa membiasakan diri menyisihkan penghasilan atau uang yang dimiliki untuk tabungan sejak awal, bukan menunggu sisa setelah seluruh kebutuhan terpenuhi.

“Visinya adalah sisihkan, jangan sisakan. Pangkas pengeluaran dari awal, sisihkan untuk tabungan sehingga kita tidak mudah mengambil dana yang seharusnya untuk investasi, kecuali memang terpaksa,” katanya.

Ia menambahkan, keputusan investasi juga harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kapasitas masing-masing individu.

Selain itu, mahasiswa diminta berhati-hati terhadap berbagai tawaran investasi ilegal, pinjaman online ilegal, hingga judi online. Salah satu hal yang perlu diwaspadai adalah tawaran yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat.

Sementara itu, Wakil Rektor IV UBL, Dr. Ir. Hery Riyanto, M.T., menyambut positif kegiatan kuliah umum tersebut.

Menurutnya, kesempatan tersebut penting bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan langsung mengenai pengelolaan keuangan dan sektor perbankan.

“Kesempatan ini jangan disia-siakan. Beliau akan memberikan wawasan mengenai perbankan, cerdas finansial dan bagaimana aman menata masa depan. Materi yang diberikan narasumber bagi UBL sangat positif sekali,” ujar Hery.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada LPS yang telah memberikan edukasi finansial kepada mahasiswa UBL.

Penulis: EliEditor: Roni
  • Bagikan