LAMPUNGONE.CO, LAMPUNG SELATAN – Berbagai keluhan terhadap Event Organizer (EO) Lampung Selatan Fair 2022 yang digelar dari tanggal 14 November 2022 menjadi salah salah bumbu dalam penyelenggaraan acara tersebut diatas.
Diantara keluhan tersebut antara lain mulai dari harga sewa stand yang tidak pro terhadap UMKM dan sistem terhadap akses yang sangat dibatasi dan terkesan kaku.
Salah seorang pelaku UMKM yang menceritakan kepada pengurus Ikatan Alumni Pelajar Mahasiswa dan Masyarakat Lampung Selatan – Yogyakarta (Ikamyak) bahwa harga stand dinilai sangat tidak wajar di tengah kondisi perekonomian yang sedang sulit.
“Bagaimana kami mau mempromosikan produk kami sedangkan cost/harga untuk promosi dinilai terlalu tinggi, lebih baik kami promosi berbayar di sosial media online dengan cakupan area yang lebih luas,” kata dia.
Selain itu juga keluhan juga diterima terkait terlalu kakunya EO terhadap peserta yang sudah membayar atau menyewa stand dikegiatan tersebut. Akses masuk yang sangat minim diberikan oleh EO, padahal hanya untuk loading properti stand juga tidak diberikan akses.
Hal lainnya yang dikeluhkan masyarakat adalah harga tiket masuk yang bernilai 2,5 Kg beras, sebaiknya dibedakan area antara stand dan artis perfomence, sehingga tidak terkesan memaksakan masyarakat yang ingin sekedar melihat-melihat stand dan yang ingin melihat artis.
Oleh sebab itu, Refa Risnadi Selaku Ketua Ikamyak Lamsel Yogyakarta mengimbau kepada EO untuk dapat lebih mengevaluasi terkait sewa stand serta fasilitas yang diberikan kepada penyewa stand (akses) maupun terkait layout kegiatan.
Harapannya tahun berikutnya kepada Pemerintah Daerah Lampung Selatan juga melakukan evaluasi dan mendengarkan masukan dari masyarakat apakah EO yang tahun ini sedang dan tengah menggelar event ini dapat menjadi EO dikegiatan atau acara – acara Pemerintah Daerah Lampung Selatan dikemudian hari tutup Refa.









