LAMPUNGONE.CO, TANGGAMUS – Drs H. Hamdi Mazwin, M.Ag. dengan Gelar Dalom Panglima Makhga salah satu tokoh Adat di Kepenyimpangan yang ada di Marga Bulok yang juga Penggagas Pembangunan Tugu Pengantin ini mengapresiasi dan bersyukur atas dibangunnya Tugu Pengantin yang ada di Simpang Tiga Pekon Sukamara, Kamis (2/3/2023).
“Pembangunan Tugu Pengantin ini sudah puluhan tahun kita usulkan baik itu melalui Camat, anggota dewan dan obrolan-obrolan ke para pejabat di lingkungan Pemda Tanggamus, namun ikhtiar tersebut Alhamdulillah bisa terwujud tahun ini,” kata Dalom Win demikian veliau biasa disapa.
Lebih lanjut Dalom Win mengucapkan terima kasih kepada Anggota DPRD Tanggamus Fraksi PKB. Edy Yalismi, SE,MM. Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, SE., MM. dan semua warga dan tokoh adat yang ikut andil atas tercapainya pembangunan Tugu Pengantin ini.
Anggota DPRD Tanggamus, Fraksi PKB. Edy Yalismi, SE,MM, Ketika diminta tanggapan terkait hal itu mengatakan, ia sangat semangat memperjuangkannya pembangun Tugu Pengantin dengan berbasis pada budaya lokal.
“Sebab terobosan ini harus dilakukan agar kita tidak kehilangan roh, dan jati diri kedaerahan,” ujarnya.
Ia juga meminta kepada semua pimpinan daerah di Lampung supaya pembangun simbol berupa fisik harus diimbangi dengan pembangunan nonfisik.
“Upaya pimpinan daerah yang melestarikan simbol daerah kepada semua bangunan fisik, sudah seharusnya ditindaklanjuti dengan pembangunan nonfisik. Sebab, jika itu saja yang dilakukan, simbol itu akan berhenti pada tataran ornamen,” jelasnya.
Substansi dari kearifan lokal yang saat ini perlu dipahami masyarakat bukan hanya sebatas pesan estetika yang tergambar. Lebih jauh, pentingnya masyarakat memahami kearifan lokal yang terdapat di daerahnya supaya tumbuh rasa cinta tanah air dan menghargai adat istiadat warisan dari para pendahulunya. Adat istiadat ini menjadi sebuah identitas yang tidak boleh pudar diterkam zaman.
Hal tersebut juga diamini oleh Dalom Win,
Dia berharap kepada Pemda Tanggamus untuk tidak saja berhenti di pembangunan Tugu saja namun lebih jauh lagi bagaimana masyarakat bisa menikmati indahnya Tugu pengantin tapi juga bisa berekreasi atau sekedar bersua photo dan selpie ria juga bisa menghidupkan geliat UMKM Masyarakat sekitar.









