Jajaran Pimpinan OPD Pemkot Bandarlampung Pantau Pasokan Bahan Pokok di Pasar Tradisional

  • Bagikan

LAMPUNGONE.CO, BANDAR LAMPUNG– Jajaran Pimpinan OPD pemerintah Kota Bandar Lampung lakukan pemantauan pada 12 pasar tradisional dan pasar ritel modern.

Pemantaun tersebut dilakukan guna memastikan pasokan bahan pokok aman dan mencukupi menjelang bulan Ramadan. Dan Pemantauan pasar ini  bisa disebut sebagai inspeksi mendadak yang dipimpin oleh Wakil Wali Kota Bandar Lampung Deddy Amarullah dan Sekda Kota Bandar Lampung Iwan Gunawan.

“Kita pantau semua harga dan keteraediaan komoditi, seperti beras, cabai dan sebagainya. Insya Allah dapat stabil di bulan puasa, mudah-mudahan semua dapat terkendali dengan baik,” ujar Walikota Bandar Lampung Deddy Amarullah.

Lanjutnya, Sekkot yang juga ketua TPID Bandar Lampung  Iwan Gunawan menjelaskan jika turunnya tim yang terdiri dari semua kepala OPD, mulai dari Para Asisten I, II, III, Kadisdag, Kadis Ketahanan Pangan, Kepala Bapeda, Kadiskes,  dan dinas lainnya adalah berdasarkan perintah Wali Kota guna mengecek harga bahan pokok di pasar dan ritel modern.

“Ada dua tim yang turun hari ini, Dalam rangka ketersedian bahan pokok makanan di pasar-pasar tradisional dan ritel modern. Saya sendiri ke Pasar Kangkung, pasar Panjang, Cimeng, dan ritelnya Gelael, selebihnya tim satunya,” ujarnya.

Dalam pemantauan itu, pihaknya mendapatkan harga beras memang terbilang mengalami kenaikan dan juga kekosongan beras di pasar ritel modern Gelael.

“Di pasar kangkung itu kita temukan satu toko sedang menurunkan pasokan beras SPHP dari Bulog, dan di gelael ga ada beras katanya sedang menunggu pasokan datang,” ujarnya.

Pengawas Ritel Modern itu juga, kata Iwan bertanya apakah pihaknya boleh menjual beras premium diatas harga eceran tertinggi (HET) mengingat pemasok kini sudah menjual beras diatas HET tersebut.

“Saya bilang ga boleh,  karena itu adalah peraturan Mendag nanti akan menyalahi aturan,” ungkapnya.

Menurut Iwan, pada pemantauan itu bukan hanya untuk beras melainkan cabai, minyak hingga harga telur dengan hasil pasokan aman hingga menjelang bulan ramadan.

“Pertama kita tanya beras, bawang, kemudian telur, cabai, dan minya goreng semuanya aman hanya beras yang pasokannya terganggu. Sedang di pasar tradisional aman,” imbuhnya.

Soal beras Premium yang kosong di pasar ritel modern, pihaknya mengimbau kepada masyarakat menengah atas untuk membelinya di pasar, sebab stok di pasar tradisional melimpah.

“Sebenarnya di pasar tradisional banyak beras premium, jadi kita berharap masyarakat bisa beli di pasar tradisional pun tersedia stok mereka punya,” imbaunya.

Meski demikian, dirinya meminta masyarakat untuk tidak khawatir sambil menunggu petani memanen padinya, seperti yang diutarakan Presiden Joko Widodo bahwa kenaikan harga beras tidak akan berlangsung lama lagi.

“Kalau menurut Pak Jokowi kita tenang saja, karena harga beras di satu hingga dua minggu kedepan harga beras sudah normal lagi,” pungkasnya.

  • Bagikan