LAMPUNGONE.CO, PESAWARAN– Desa Trisno Maju, Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran menggelar Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk dalam rangka Bersih Desa dan memperingati 1 Muharram 1446 H, Jumat Malam, (1/8).
Pertunjukan wayang kulit ini dibawakan oleh Ki Mantep Jangkung Darsono dengan lakon “Wahyu Nugroho Jati” dari Lampung Tengah.
Hal tersebut terungkap saat Sariman, Pemimpin Desa Trisno Maju, saat menyampaikan kata sambutan pada pertunjukan wayang kulit, Jumat 2 Agustus 2024 di Pasar Desa Trisno Maju.
Dalam kesempatan ini juga dilakukan penyerahan wayang kulit secara simbolis dari Kepala Desa Trisno Maju Sariman kepada dalang Ki Mantep Jangkung Darsono.
Dikatakan, Kades Trisno Maju, Sariman mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh panitia yang telah mendukung dan bekerja keras demi terlaksananya pertunjukan wayang kulit ini.
“Saya ucapkan banyak terima kasih kepada panitia, semua yang telah membantu demi kelancaran acara pada malam ini.Tak lupa juga saya sampaikan ucapan terima kasih kami kepada tamu undangan dan rekan-rekan kepala desa se-Kecamatan Negeri Kanton, serta seluruh warga masyarakat desa Trisno Maju yang telah meluangkan waktunya untuk hadir pada acara yang sakral ini,”ujar Sariman.
Dikatakan Sariman, bila mana ada kata atau sambutan yang kurang berkenan di hati pada tamu undangan, sekali lagi, saya atas nama pemerintahan desa Trisno Maju memohon maaf yang sebesar-besarnya dan kepada Allah saya mohon Ampun.
Dijelaskan Sariman, bulan Muharram sebagai bulan permulaan menandai kebangkitan untuk memperbaiki diri, serta mempersiapkan hal-hal baik untuk dijalani setahun ke depan, dan menciptakan tahun penuh damai, kebahagiaan, serta kelimpahan rejeki.
“Menyambut 1 Muharram 1446 H merupakan momentum penting bagi umat Islam. Ini adalah Tahun Baru Islam yang rutin diperingati dengan berbagai harapan dan doa. Peringatan 1 Muharram kali ini, jatuh pada 6 Juli 2024, kami manfaatkan untuk berubah menjadi lebih baik dengan belajar dari kesenian wayang kulit yang sarat tuntunan dan tontonan,” ujarnya.
Dengan menyuguhkan pertunjukan wayang kulit ini, menurut Sariman, pementasan wayang mengandung makna yang dapat dipetik oleh masyarakat.
“Pagelaran wayang kulit ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi dan hiburan yang memperkuat nilai-nilai budaya serta keagamaan di tengah masyarakat.
Sementara itu, Sutrisno selalu perwakilan dari panitia penyelenggara menjelaskan, kegiatan ini selain memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 H dan Bersih Desa,mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak-ibu dan hadirin sekalian yang berkenan hadir dalam acara Pergelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk dimalam ini.
“Pergelaran Wayang Kulit Semalam suntuk ini, diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Trisno Maju dalam rangka Bersih Desa dan memperingati 1 Muharram 1446 H. Dalam hal ini, saya selaku panitia penyelenggara mengucapkan terima kasih kepada tamu yang hadir pada acara malam ini,”tuturnya.
Dikatakannya, terselenggaranya Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk, senantiasa restu dan dukungan dari semua pihak agar Pergelaran ini berjalan lancar.
“Semoga di dalam penyelenggaraan ini senantiasa mendapatkan bimbingan dan petunjuk dari Allah SWT dan bilamana ada kekurangan dalam penyelenggaraan ini kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Akhirul kata, Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh,” tandasnya.








