Dinkes Sebut Bandarlampung Hingga Saat Ini Tidak Ada Laporan Anak di Bawah Umur Hemodialisis

  • Bagikan

LAMPUNGONE.CO, BANDAR LAMPUNG– Maraknya anak dibawah umur melakukan cuci darah dan terkena penyakit Diabetes, Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung mengungkapkan bahwa hingga saat ini Bandar Lampung tidak ada laporan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Desti Mega Putri, menyampaikan bahwa proses cuci darah anak hanya dilakukan di rumah sakit dan tidak dilaporkan ke Dinas Kesehatan, Kamis (8/8).

“Di Bandar Lampung tidak ditemukan pasien anak dengan gagal ginjal yang dihemodialisa atau cuci darah,” ujar Desti,

Ia pun mengimbau pada masyarakat terutama orang tua yang memiliki usia anak sekolah agar tetap waspada terhadap hal kemungkinan terjadi.

Oleh karena itu, sebaiknya bekal anak yang sehat bisa menyesuaikan dengan Program Gizi yaitu Isi piringku sebagai pedoman yang disusun oleh Kementerian Kesehatan untuk mengampanyekan konsumsi makanan yang sesuai dengan pedoman gizi seimbang.

Bekal tersebut bisa sumbernya antara lain karbohidrat dengan porsi 2/3 dari 1/2 piring. Lalu dilengkapi dengan lauk pauk dengan porsi 1/3 dari 1/2 piring. Untuk setengah piring lainnya diisi dengan proporsi sayur-sayuran dan buah-buahan.

“Ini dengan tujuan agar makanan yang dikonsumsi sehari-hari dapat bervariasi dan memiliki gizi yang seimbang, ” ungkapnya.

Diketahui, ramai diberitakan seperti di Jawa Barat ada ratusan anak yang menjalani cuci darah atau hemodialisis.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinkes Jawa Barat, pasien anak yang harus menjalani cuci darah di 27 kabupaten dan kota mencapai 125 orang sepanjang 2023.

Di tahun ini, hingga Juli, kasusnya mencapai 77 pasien. Fenomena yang melatarbelakanginya dipengaruhi berbagai faktor. (Eli)

  • Bagikan