LAMPUNGONE.CO, BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung terus mengupayakan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terutam dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), serta pajak alat berat dan pajak air permukaan, Senin (19/01/2025).
Asisten Administrasi Umum Provinsi Lampung, Sulpakar, menjelaskan upaya optimalisasi PAD telah dilakukan melalui rapat maraton dengan harapan target yang telah ditetapkan serta mengalami kenaikan pada Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.
“Target yang sudah ditetapkan kita harapkan di perubahan APBD 2026 yang akan datang kita mengalami perubahan kenaikan pendapatan asli daerah. Bukan sebaliknya kita mengalami perubahan menurun,” ujarnya.
Sulpakar menambahkan, Peningkatan PAD harus melibatkan seluruh komponen terutama Pemerintah Daerah. Sehingga Rapat ini dihadiri langsung oleh Kepala Samsat Kabupaten/Kota, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung, serta perangkat Pemerintah Provinsi lampung lainnya.
“Kita akan mengoptimalkan pelayanan dari tingkat yang paling bawah, yaitu memberdayakan tingkat desa dan kelurahan. Kemudian nanti akan difasiltasi oleh pemerintah daerah dalam hal ini Bependa dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa termasuk melibatkan BUMdes, Kepala Desa, Tokoh-tokoh masyarakat untuk memberi
pemahaman kepada masyarakat,” tambahanya.
Ia menegaskan, keterlibatan unsur daerah dan tokoh masyarakat bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat agar kesadaran dalam membayaran pajak.
Dalam hal ini, sanksi bagi wajib pajak yang tidak memenuhi kewajiban, Sulpakar menjelaskan bahwa sanksi telah di atur dalam Peraturan perundangan-undangan yang berlaku.
“Sudah ditetapkan dengan Peraturan.
Kalau pemerintah daerah tidak bisa menetapkan sanksi. Aturan lah yang bisa menetapkan sanksi,” ungkapnya.
Terkait target teknis pada tiga sektor pajak tersebut, Sulpakar menyampaikan hal itu akan dijelaskan lebih lanjut oleh Kepala Bapenda Provinsi Lampung. Ia juga mengakui bahwa capaian pajak kendaraan bermotor pada tahun sebelumnya belum sepenuhnya memenuhi target.
“Karena tahun kemarin belum mencapai target, maka rapat-rapat maraton ini kami lakukan agar kegagalan tahun 2025 tidak terulang pada tahun berikutnya. Ini bagian dari kerja bersama,” tegasnya.








