LAMPUNGONE.CO, BANDAR LAMPUNG – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan MBG Provinsi Lampung, Saipul menyampaikan bahwa sejak awal pihaknya mengoordinasikan pembentukan Satuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh wilayah Provinsi Lampung, Selasa (20/01/2026).
Saipul mengatakan, sebanyak 789 SPPG pada tahun 2025 hingga 31 Desember 2025 mencapai 862 SPPG atau sekitar 108 persen.
“Alhamdulillah capaian ini melampaui target yang telah ditetapkan,” ujar Saipul.
Ia menjelaskan, pada tahun 2025 fokus utama adalah membentuk SPPG sekaligus menjangkau sasaran penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu perhatian khusus diberikan pada wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) agar tidak ada daerah yang tertinggal dalam menerima manfaat program.
“Jangan sampai wilayah 3T, daerah-daerah ujung dan pulau-pulau, tidak terbentuk SPPG sehingga tidak bisa menerima manfaat MBG. Oleh karena itu, pada 2025 kita membentuk 93 titik SPPG di wilayah 3T se-Lampung,” jelasnya.
Memasuki tahun 2026, Saipul menegaskan bahwa pihaknya telah melaporkan kepada Gubernur Lampung dan meminta dukungan serta kerja sama lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Fokus ke depan tidak lagi pada peningkatan jumlah SPPG, melainkan pada peningkatan kualitas pelayanan.
“Tujuan utama program MBG adalah meningkatkan gizi anak-anak sekolah, kesehatan mereka menjadi lebih baik, dan pada akhirnya berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan. Harapannya, ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045,” katanya.
Terkait ketentuan terbaru, Saipul menyebutkan bahwa satu SPPG kini melayani maksimal 2.500 hingga 3.000 penerima manfaat. Pembatasan ini diharapkan dapat mengurangi tingkat kesibukan dapur secara berlebihan sehingga pelayanan dapat berjalan lebih optimal.
“Dengan jumlah penerima yang lebih terkendali, insyaallah pelayanan akan menjadi lebih berkualitas,” pungkasnya.









