Pemprov Komitmen Percepatan Penurunan Angka Stunting dengan 5 Program Unggulan

  • Bagikan

LAMPUNGONE.CO, BANDAR LAMPUNG –
Pemerintah Provinsi Lampung, Terus menunjukan komitmen dalam percepatan penurunan angka stunting. Hal ini disampaikan Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN dalam program unggulan/Quickwins, Kamis (12/02/2026).

Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Lampung Soetriningsih, menjelaskan bahwa program unggulan/Quickwins terfokus pada pendekatan gizi/nutrisi, pengasuhan, pendampingan, ketahanan keluarga dan inovasi digital.

Dalam hal ini, Strategi ini melibatkan 5 program unggulan di antaranya yaitu, Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), AI Superapps dan Lansia Berdaya (SIDAYA).

“Seperti yang sudah saya sampaikan di awal, yaitu melalui keberlanjutan Program Quickwins di antaranya Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) yang mencakup Bina Keluarga Balita, pendampingan 1000 HPK dan penguatan peran keluarga serta Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING),” ujarnya.

Ia menambahkan, Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) merupakan program gotong royong masyarakat untuk membantu Keluarga Risiko Stunting (KRS) yaitu ibu hamil, ibu menyusui dan baduta, dengan melibatkan berbagai pihak (Pemerintah, BUMN/BUMD/swasta, Komunitas/LSM/Akademisi, Individu/Perorangan dan Media Massa) untuk menjadi Orang Tua Asuh (OTA) dengan memberikan bantuan dalam bentuk nutrisi (protein) dan non nutrisi seperti, edukasi, sanitasi (jamban sehat) dan akses air bersih.

“Program GENTING ini merupakan wujud nyata gotong royong masyarakat, untuk memastikan setiap anak Indonesia khususnya di Provinsi Lampung mendapatkan nutrisi dan lingkungan yang layak untuk tumbuh optimal, dengan mengedepankan pendekatan preventif dan kuratif yang komprehensif,” tambahnya.

Ia menegaskan, Prevalensi stunting di Provinsi Lampung menunjukkan trend menurun dari tahun ke tahun dan selalu berada di bawah angka nasional.

Berdasarkan hasil survey Riskesdas Tahun 2018 sebesar 27,3%, lalu pada tahun 2019 berdasarkan hasil Survey Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) angkanya menurun menjadi 26,26%. Dilanjutkan pada tahun 2021 melalui survey yang sama angka tersebut menurun menjadi 18,5%.

Pada tahun 2023, melalui Survei Kesehatan Indonesia (SKI) angka prevalensi stunting Provinsi Lampung menjadi 14,9%. Namun pada tahun 2024, melalui Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) prevalensi stunting mengalami kenaikan menjadi 15,9%.

“Capaian ini menjadikan Provinsi Lampung secara nasional menduduki peringkat ke-5 Provinsi dengan Prevalensi Stunting Terendah di Indonesia. Adapun target penurunan angka stunting di Provinsi Lampung pada Tahun 2025 sebesar 13,2 persen,” tuturnya.

  • Bagikan