LAMPUNGONE.CO, BANDARLAMPUNG- Pemkot Bandar Lampung mulai menyiapkan langkah antisipasi terhadap dugaan peredaran liquid vape yang terindikasi mengandung narkotika.
Sosialisasi tersebut akan menyasar masyarakat hingga lingkungan sekolah guna mencegah penyalahgunaan cairan rokok elektrik berbahaya di kalangan generasi muda.
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, mengatakan sosialisasi akan melibatkan jajaran pemerintah daerah, termasuk Asisten I Sekretariat Daerah Kota Bandar Lampung.
Lanjutnya, edukasi kepada masyarakat penting dilakukan agar warga lebih waspada terhadap liquid vape yang tidak diketahui secara pasti kandungannya.
“Bunda bersama Asisten I nanti akan menyosialisasikan mengenai liquid vape ini, supaya tidak menyebar ke Bandar Lampung. Karena ada indikasi mengandung narkoba. Apalagi aroma yang digunakan seperti buah atau bunga, jadi kita tidak tahu kadarnya,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat, terutama kalangan anak muda pengguna rokok elektrik, agar lebih berhati-hati dalam memilih produk. Liquid vape yang tidak jelas asal-usul dan kandungannya perlu diwaspadai karena berpotensi membahayakan kesehatan.
Pemkot Bandar Lampung juga berencana menyasar lingkungan sekolah untuk memperkuat upaya pencegahan sejak dini. Melalui sosialisasi tersebut, para pelajar diharapkan memahami risiko penyalahgunaan zat berbahaya yang diduga terkandung dalam cairan rokok elektrik.
Eva berharap langkah edukasi ini dapat mencegah potensi penyebaran liquid vape yang diduga mengandung narkotika sekaligus melindungi generasi muda di Kota Bandar Lampung.
Meski demikian, dugaan kandungan narkotika dalam liquid vape perlu dipastikan melalui pemeriksaan dan pengujian oleh pihak berwenang. Masyarakat juga diimbau tidak menyimpulkan kandungan suatu produk hanya berdasarkan aroma atau bentuk kemasannya.









