LAMPUNGONE.CO, BANDAR LAMPUNG- Seorang pejabat Pemerintah Provinsi Lampung berinisial AL diduga melakukan intimidasi kepada sejumlah LSM dan media yang telah memberitakan tindakan Kanwil Kemenang Lampung borong kamar Hotel bertepatan dengan pelaksanaan Muktamar NU ke-43.
Diketahui Kanwil Kemenang Agama Provinsi Lampung diduga memborong ratusan kamar hotel bintang dan melati di Bandar Lampung bertepatan muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke 34 pada 23-25 Desember 2021
Tindakan tersebut dinilai janggal tidak etis serta bernuansa politik karena ditenggarai, aksi tersebut bisa memicu konflik dan ketidaknetralaan Kemenag Lampung dalam Muktamar.
Hal ini seperti diakui oleh Andre Arifin dari koordinator Koalisi LSM Gerakan Rakyat Menggugat (Geram) Lampung, dirinya
mendapat telpon dari seorang pejabat Pemrov Lampung karena lembaganya ikut berkomentar terkait aksi kemenang borong kamar hotel.
Namun Andre menyatakan tidak gentar karena apa yang dilakukannya sudah sesuai koridor, bahkan timnya mendapati bukti adanya pengakuan salah satu manager hotel di Lampung yang menyebut sejumlah kamar di hotel tersebut sudah diboking oleh kemenang Lampung bertepatan agenda Muktamar.
“Setiap warga negara berhak bersuara dan bicara melakukan kritik terhadap lembaga pemerintah yang kami nilai tidak berjalan sesuai koridor. Semua diatur oleh undang-undang. Kami bicara bukan asbun ada bukti dan fakta. Kalau katanya ada pejabat yang mau lapor polisi, kami tidak gentar sekalian kita buka-bukaan saja. Bukan hanya soal dugaan aksi borong kamar ini saja, tapi soal pengkondisian proyek -proyek di Kemenang akan kami buka, kami punya bukti,” tegasnya.
Diketahui juga intimidasi oknum pejabat tersebut menyasar ke salah satu media online dan cetak di Lampung.
Sebelumnya koalisi Geram bersama Gamapela meminta Presiden dan Menteri Agama mencopot jabatan kepala Kanwil Agama Juanda Naim, karena dinilai tidak menciptakan suasana kondusif selama memimpin Kanwil Kemenag Lampung.
Menurut Andre tindakan kepala kanwil yang dinilai paling fatal dugaan aksi borong kamar hotel bintang dan melati bertepatan Muktamar NU ke-34 pada 23-25 Desember 2021 mendatang yang diungkap Wakil Ketua PWNU Lampung, Muhammad Irfandi.
“Tindakan yang paling fatal yakni aksi kemenag Lampung yang diduga memborong ratusan kamar hotel bintang dan melati di Bandar Lampung yang diungkap oleh PWNU Lampung. Ini tidak mungkin ada asap kalau tidak ada api,” tegas Andre.
Selain itu sebelum geger aksi borong kamar hotel, kata dia, Kemenag Lampung beberapa kali diguncang isu KKN dan pengkondisian sejumlah proyek Kemenang Lampung.
“Dulu mencuat dugaan bagi-bagi bagi-bagi paket kemenag di salah satu kafe di Bandar Lampung ada juga dugaan jual beli jabatan di Kanwil Kemenag Lampung. Kemudian proyek-proyek yang dikerjakan orang-orang dekat kepala kanwil dan dikondisikan oleh salahsatu kasubbag,” tegasnya.
Kemudian lanjut pria yang akrab disapa Andre Boleng ini, ada juga dugaan kasus pengkondisian pengadaan buku di sejumlah sekolah MTS, MIN dan MA yang langsung dikoordinir orang kanwil dan pihak sekolah hanya menerima barangnya saja.
“Kita juga temukan keluhaan sejumlah sekolah soal pengkondisian proyek buku-buku mulai dari MIN, MTS dan MA, yang langsung dibawah kendali kanwil, sekolah hanya terima barang saja,” tegasnya
Menurut Andre dari beberapa masalah tersebut sudah sepantasnya presiden Jokowi dan menteri Agama melakuan evaluasi untuk segera mencopot jabatan Juanda Naim dari kepala kanwil kemenang sehingga polemik ini bisa selesai, dan agenda muktamar NU ke-34 berjalan kondusif.
Sebelumnya Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Lampung Juanda Naim mengatakan tidak ada aksi borong kamar hotel yang dilakukan kanwil Kemenag Lampung .
“Gak benar itu, siapa saya, apa hubungannya dengan saya, intinya saya tidak terlibat soal seperti itu,”ucapnya saat dikonfirmasi awak media Senin 8 November 2021.
Ia meminta pihak NU memperjelas lagi maksud ucapan terkait Kemenang melakukan aksi borong kamar tersebut.
“Coba tanya lagi yang bersangkutan, apakah berbicara seperti itu. Saya tadi sudah berbicara dengan dia (Irfandi), saya tegaskan saya tidak ada aksi borong kamar,” katanya.









