LAMPUNGONE.CO, TANGGAMUS- Bupati Tanggamus, Hj Dewi Handajani, menghadiri Saresehan dan Business Matching bersama petani kopi, umbi porang, singkong dan peserta Kartu Petani Berjaya dalam rangka monitoring Pelaksanaan Program Kartu Petani Berjaya dan Aktivitas Pembiyaan ke Sektor Pertanian oleh perbankan di Kabupaten Tanggamus, OJK Provinsi Lampung bersama pihak perbankan di Objek Wisata Bukit Idaman Kecamatan Gisting, Senin (29/11/2021)
Dewi Handajani mengatakan, program Kredit Usaha Rakyat (KUR) diluncurkan pemerintah disalurkan perbankan dengan tujuan meningkatkan dan mempermudah akses kredit kepada masyarakat termasuk petani dan pelaku usaha kecil menengah.
“Diharapkan program KUR ini akan membantu permodalan para pelaku usaha termasuk masyarakat petani yang tergabung dalam gapoktan. Sehingga ke depannya mampu mempercepat pertumbuhan sektor riil dan secara langsung dapat berperan dalam menanggulangi kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.
September 2021, pihaknya telah melaksanakan MoU dengan PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., sekaligus meluncurkan KUR Tanpa Agunan.
“Saat ini dari catatan kami diketahui, bahwa telah ada 99 debitur para petani yang telah mendapatkan KUR dari BNI terdiri dari 66 debitur petani kopi, total nilai Rp2,45 miliar. 12 debitur petani porang, senilai Rp600 juta, 21 debitur petani padi/jagung senilai Rp165 juta. Total ada 99 debitur petani dengan nilai KUR Rp3,22 miliar,” jelasnya.
Pihaknya berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat, yaitu kepada TPAKD, OJK, PT. BNI (Persero), dan lain-lain. Hal ini atas terealisasinya KUR kepada petani Kabupaten Tanggamus.
“Saya juga ucapkan terima kasih atas bantuan CSR yang telah diberikan. Saya yakin segala jenis bantuan termasup CSR dan KUR ini sangat berguna bagi para petani di Kabupaten Tanggamus,” ucapnya.
Upaya sosialisasi dan peningkatan inklusi keuangan yang telah dilakukan untuk meningkatkan akses petani ke perbankan konvensional telah menampakkan hasil yang baik. Berdasarkan laporan penyaluran Program KUR meskipun jumlah debitur dari subsektor pertanian masih lebih kecil dari subsektor perdagangan tetapi jumlahnya semakin meningkat:
Kepala Otoritas jasa keungan Provinsi Lampung, Bambang Hermanto, mengatakan, pihaknya mempunyai program, yaitu Business Matching. Artinya, mempertemukan teman-teman dari lembaga keuangan langsung dengan masyarakat. Karna pihaknya memang punya program yang mendukung pemerintah, khususnya sektor pertanian.
Program saat ini kata ia, yaitu Business Matching yangan pada saat ini sangat terbantu dengan adanya Business Matching secara digital yaitu kartu petani berjaya yang melibatkan berbagai unsur, perbankan nya ada, perusahan juga ada, serta transaksi jual beli nya juga ada.
“Jadi dengan adanya kartu petani berjaya ini memudahkan masyarakat khususnya petani pada sektor pangan dan nonpangan untuk bisa dipertemukan dengan penyedia sumber pendanaan, khususnya perbankan,” katanya.









