Kecelakaan Tunggal, Dua Warga Tanggamus Diduga Bawa Sabu

  • Bagikan

LAMPUNGONE.CO, PRINGSEWU- Apes bagi kedua warga asal Tanggamus. Usai kecelakaan lalu lintas (lakalantas), dua pemuda ini diamankan petugas Satlantas Polres Pringsewu. Pasalnya, satu dari dua pria ini membawa narkotika jenis sabu.

Kasat Lantas Polres Pringsewu, Iptu Ridho Grisyan Adi Dharya, saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya telah mengamankan dua pria diduga terkait kepemilikan narkotika jenis sabut.

Kedua pria itu sesuai identitas berinisial MA (17) dan Mo (24). Mereka merupakan warga Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung.

Saat ini kedua pria ini belum bisa dimintai keterangan karena dalam kondisi tak sadarkan diri dan sedang dirawat pada salah satu rumah sakit di Pringsewu akibat peristiwa lakalantas.

“Benar, tadi pagi kami telah menerima laporan adanya kejadian lakalantas. Setelah diperiksa badan, satu dari dua pria ini ditemukan narkotika jenis sabu,” ujarnya mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Rio Cahyowidi, S.IK, M.IK, Sabtu (11/12/21) siang

Ia menuturkan, berawal dari polisi lalu lintas menerima laporan warga terkait lakalantas tunggal di Jalinbar Pekon Wates, Kecamatan Gadingrejo atau di sekitar gedung pertanian Wates pada Sabtu (11/21) dinihari sekira jam 02.00 Wib. Dalam peristiwa itu terdapat dua pria menjadi korban.

Pasca-lakalantas itu, warga langsung mengevakuasi para korban ke Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu guna mendapatkan pertolongan medis.

Saat di rumah sakit, petugas mencoba mencari tahu identitas kedua korban, lalu memeriksa badan dan pakaian dari salah korban berinisial MA. Polisi menemukan tiga bungkus plastik diduga berisi narkotika jenis sabu yang disimpan dalam bungkus rokok dan disembunyikan di celana dalam milik korban.

“Atas penemuan itu, petugas satlantas langsung berkoordinasi dengan personel Satnarkoba Polres Pringsewu,” terang Ridho

Sementara itu, Kasat Narkoba Iptu Khairul Yassin, menambahkan, pihaknya akan menindaklanjuti kasus penemuan sabu tersebut.

Namun demikian, ia belum bisa memastikan keterlibatan kedua pria tersebut. Keduanya saat ini masih belum bisa dimintai keterangan karena masih dalam proses perawatan di rumah sakit.

“Kasus tetap kami dalami tapi kami tunggu sampai keduanya sudah bisa dimintai keterangan,” jelas Khairul.

  • Bagikan