Kongkalikong Dengan Orang Dalam, Oknum DS Kuasai Proyek UIN Radin Intan Lampung

  • Bagikan

LAMPUNGONE.CO, BANDAR LAMPUNG- Praktik dugaan monopoli dalam proyek-proyek di Universitas Islam Negeri UIN Raden Intan Lampung bukan hanya pada kegiatan pengadaan.

Tapi merambah di sejumlah proyek fisik.Hal ini diungkap salah satu rekanan yang menyebut adanya penguasaan proyek yang dilakukan seorang rekanan bernama Darsono yang bekerjasama dengan pihak UIN berinisial Pj.

“Pengadaan proyek di UIN Raden Intan penuh dengan praktik monopoli, hampir semua kegiatan dimonopoli diatur seorang rekanan bernama Darsono bekerja sama dengan orang dalam UIN berinisial Pj,” ungkap TB salah satu rekanan kepada wartawan, Selasa (2/1).

Menurut TB, setiap rekanan yang ingin mendapatkan pekerjaan di UIN harus melalui jalur Darsono.

“Kalau ada rekanan mau dapat kerjaan, pasti diminta menghubungi Darsono,”  tegas dia.

TB menjelaskan Darsono bisa menguasi proyek -proyek di UIN karena memiliki kedekatan  emosional dengan pejabat di UIN.

“Dia bisa menguasi proyek-proyek di UIN karena punya kedepatan emosional makanya praktik ini harus bongkar . Rektor baru saat jangan diam dan harus bersikap. Kami berharap rektor baru merobak seluruh panita pengadaan agar kedepan UIN akan lebih baik,” tuturnya.

Sebelumnya indikasi dugaan praktik monopoli di Universas Islam Negeri (UIN) Raden Intan terendus dari pengadaan sewa  randis dimana ada sebuah bernama CV TA Group beralamat di Jalan Yos Sudarso, Mulyo Jati Metro Barat, Kota Metro,  berkali-kali menang tender pengadaan sewa randis di UIN Raden Intan.

Pertama akhir tahun 2019 berupa pengadaan sewa randis UIN Raden Intan Lampung yang diikuti 28 perusahaan dengan nilai Rp 2, 127 Miliar.
Pengadaan ini dimenangkan CV TA Group dengan nilai penawaranya senilai Rp 2 miliar lebih.

Kemudian CV TA Group kembali menjadi pemenang dalam pengadaan Jasa transportasi dan akomodasi pada kegiatan rapat kerja UIN Raden Intan Lampung tahun 2020.

CV. TA Group yang nilai harga penawaran terendah urutan ketiga dengan nilai Rp 740.685.000, berhasil menang.
Sedangkan PT Nusindo Rekatama Semesta dengan penawaran terendah pertama sebesar Rp 670.725.000.
Sedangkan CV Samudra 14 berada di urutan kedua dengan nilai penawaran sebesar Rp  734.107.000,00
Di tahun 2021 UIN Raden Intan kembali menggelar pengadaan sewa randis dan lagi-lagi CV TA Group menjadi pemenang dengan penawaran mencapai Rp 2,2 miliar lebih.

Contohnya Rehab Pembangunan Gedung Akademik Fakulas Ushulludin UIN Raden Intan Lampung dengan nilai Rp 1,6 M tahun Anggaran 2021 pekerjannya diduga serampangan.

Berdasarkan investigasi wartawan pekerjaan yang dikerjakan CV. Tuah Amor diduga banyak yang tidak sesuai spek.

Meski pekerjaan sudah selesai, faktanya di lokasi masih ada pekerja yang melakukan pekerjaan, dan banyak material berserakan.

Di lapangan sejumlah pekerjaan diduga banyak hanya tambal sulam dan terkesan asal jadi.

Contohnya pekerjaan pemasangan plapond yang diduga dikerjakan asal-asalan dan ada yang tidak diganti karena hanya dicat.

Kemudian pada pekerjaan kusen-kusen jendala, kayunya diduga kuat tidak diganti yang baru tapi hanya dicat saja.

Mirisnya proyek yang telah diresmikan mantan Rektor UIN Raden Intan Prof Mukri tersebut  sebagian genteng-gentengnya diturunkan oleh pekerja. Hal ini diduga karena rekannnya sudah kabur dan pekerja belum dibayar.

Berdasarkan informasi yang didapat, karut marutnya proyek diduga kuat karena adanya setoran proyek yang dikelola langsung orang dalam UIN Raden Intan.

“Wajar aja pak proyeknya kacau balau, karena dari awal sudah ada setoran,  dikelola pak (DRS) dia pihak swasta yang menggelola paket-paket proyek di UIN Raden Intan. gedung Ushuluddin itu gentengnya dicabutin pemborongnya kabur,” ujar salah satu sumber yang minta namanya tidak dikorankan.

Sumber ini juga mengaku nyaris semua poryek di UIN Raden Intan ada setoran.

Sudah biasa pak semua proyek di UIN setor semua, kecuali preman dia gak setor. Proyek di sana (UIN Raden Intan) kacau balau. yang kelola Darsono, dia pihak swasta yang ngerjain perencanaan tapi ngatur juga proyek fisik,”  ujar sumber ini.

Selain proyek rehab Gedung Ushuluddin, proyek lain yang diduga karut marut yakni proyek pembangunan GSG Tahap 2 yang dikerjakan CV Rana Pratama Jaya senilai Rp 7,303 miliar.

Pasalnya di gedung yang baru selesai tersebut ditemukan sejumlah atap -atap yang bocor. Kemudian lapangan parkir yang banyak rusak.

Selain itu pada proyek pemagaran kampus UIN Raden Intan Lampung dengan nilai Rp 3,770 miliar dikerjakan CV Halim Konstruksi terlihat belum rampung. Padahal waktu pengerjaan sudah berakhir.

“Semua proyek di UIN gak ada yang sesuai, karena dari awal sudah ada setoran, kemudian, orang yang ngerjain itu-itu juga, banyak KKN,  pengawasannya gak berjalan, makanya pekerjaan jadi serampangan begitu,” pungkas sumber ini.

Sejumlah pejabat UIN Raden Intan Lampung dan pihak swasta yang dikonfirmasi terkait karut marut beberapa mega proyek di UIN Raden Intan Bungkam.

Darsono selaku orang yang diduga menjadi pengendali sejumlah proyek di UIN Raden Intan  saat dikonfirmasi lewat WhatsApp tak  membalas.
Darsono menyarankan awak media menanyakan langsung kepada Mukri (mantan Rektor UIN Raden Intan yang baru lengser Januari 2022 ini.

“Tanya saja ke pak Mukri langsung,  saya gak tahu apa-apa,” ujar Darsono melalui sambungan telpon, Minggu 30 Januari 2022.

Saat awak media menghubungi Mukri melalui pesan WhatsApp pribadinya  bukan jawaban yang didapat namun  ponsel wartawan malah diblokir.
Sementara Kepala Bagian Administrasi dan Umum Biro Administrasi Umum, Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian UIN Raden Intan Lampung Puji Raharjo belum merespon.

  • Bagikan