Tim Kuasa Hukum InfoSOS Datangi Polda Pertanyakan Tindaklanjut Laporan Berita Hoax Feni

  • Bagikan

LAMPUNGONE.CO, BANDAR LAMPUNG-Pasca sepekan melaporkan Feni Ardilla ke Polda Lampung, tim kuasa hukum LSM Infosos mendatangi Direktorat Kriminal Khusus Polda Lampung, Selasa (1/3).

Tim kuasa hukum LSM InfoSoS datang ke Polda untuk berkonsultasi sekaligus menyerahkan surat kuasa yang mereka terima sebagai kuasa hukum terkait laporan dugaan penyebaraan berita bohong yang diduga dilakukan Feni Ardilla.

Sebelumnya LSM InfoSOS melaporkan Feni Ardilla seorang mahasiswa ke Polda Lampung Senin 21 Februari 2022.

Feni dilaporkan karena diduga menyebarkan berita bohong terkait pelecehaan yang dialaminya oleh anggota DPRD Lampung berinisial FS.

“Kami kesini berkonsultasi dan mempertanyakan laporan klain kami soal dugaan penyebaraan berita bohong, sekaligus menyerahkan surat kuasa kami dari Lembaga InfoSOS ke penyidik,” kata A Faanzir Zarami selaku anggota tim kuasa hukum dri LBH Masa Perubahaan di Polda Lampung, Selasa 1 Maret 2022.

Faanzir Zarami menegaskan pihaknya berharap Polda Lampung memproses laporan kleinnya untuk mengungkap fakta dan kebenaraan dari pernyataan FA yang telah menimbulkan keresahaan dan berpotensi menurunkan marwah lembaga DPRD Lampung.

“Sebagai anggota tim kuasa hukum tentu kita sangat berharap Polda Lampung mengungkap kasus ini agar terang berederang. Karena ini telah menimbulkan keresahaan dan mencoreng lembaga DPRD Lampung karena salahsatu pimpinannya dituduh melakukan pelecehan,” tegasnya.

Sebelumnya DPP LSM InfoSOS Indonesiamelaporkan Feni Ardila seorang mahasiswa yang diduga menyebarkan berita bohong terkait pelecehaan yang dialaminya pada Senin 21 Februari 2022

Laporan dilakukan Ketua Junaedi Farhan didampingi Sekretaris DPP LSM InfoSos Arista Trisnandi.

Feni dilaporkan ke Polda Lampung dengan nomor laporan STTLP/B225/II/2022/SPKT/Polda Lampung atas dugaan menyiarkan berita bohong, yang memicu keonaran di masyarakat.

Feni Ardilla awalnya mengakudilecehkan seorang Wakil Ketua DPRD Lampung berinisial FS. Sedangkan teman prianya melaporkan dipukul ajudan FS ke Polresta Bandar Lampung.

Berdasarkan rekaman pengakuan sang mahasiswi, FN (22), petinggi partai di Lampung tersebut merangkul paksa dirinya di cafe Southbank Gastrobar Lampung, Kota Bandarlampung, pada Sabtu (5/2) malam.

Sebelum dugaan peristiwa tersebut, kedua ajudannya lebih dulu diduga menarik paksa mahasiswi perguruan tinggi swasta tersebut ke meja FS.

Pasca pengakuannya viral dan dimuat di media-media, FA kemudian melalui unggahan videonya, menyampaikan permohonan maaf, dan membatah peristiwa tersebut

Ia mengaku tidak pernah menjadi korban pelecehan siapapun. “Terkait pemberitaan, saya minta maaf dan saya tegaskan, tidak ada sangkut pautnya dengan FS. Peristiwa ini terjadi antara teman saya bernama Syahrial Yusuf dengan Romi,” kata Fani dalam video yang beredar, Kamis (17/2).

Sayangnya pasca beredar video klarifikasi tersebut, publik digegerkan munculnya rekaman suara Feni saat wawancara dengan beberapa wartawan  di sebuah cafe di Pahoman.

Dalam rekaman tersebut Feni menceritaan kronologis kasus dugaan pelecehan yang dialami kepada awak media.

  • Bagikan