LAMPUNGONE.CO, BANDAR LAMPUNG– Salah satu pimpinan Lembaga pendidikan dan pelatihan Citra Angkasa Tercipta (CAT) yang berada di Jalan Perwira, Rajabasa, Kota Bandar Lampung diduga melakukan penipuan modus iming-iming ke siswa usai menempuh pendidikan dapat langsung bekerja di salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) .
Hanafi salah satu kerabat siswa yang menjadi korban penipuan mengaku, telah ditipu oleh Yayasan Pendidikan CAT dengan modus mengiming-ngimingi keponakannya mendapat pekerjaan setelah enam bulan menempuh pendidikan di lembaga itu.
Menurut dia, keponakannya yang bernama Ahmad Fauzi Maret 2021 masuk lembaga pendidikan tersebut dengan dijanjikan setelah enam bulan langsung diterima bekerja di salah satu BUMN Angkasa Pura.
“Saat itu keponakan saya masuk lembaga CAT, dijanjikan enam bulan lulus jadi pegawai di BUMN Angkasa Pura. Saat itu keluarga sudah keluarin uang totalnya sebesar Rp 76 juta lunas pakai kuitansi. Tapi faktanya sudah enam bulan lebih keponakan tidak juga kerja,” ujar Hanafi kepada awak media, Rabu (27/7).
Merasa ditipu kata Hanafi, keluarganya berusaha menemui Digdo Wiratno selaku petinggi Yayasan Pendidikan CAT termasuk pemimpinan CAS untuk menayakan terkait pengembalian uang yang sudah disetorkan tersebut.
Pada Bulan Juli 2022 lanjut Hanafi pihaknya berhasil bertemu dengan Digdo Wiratno dijanjikan uang akan dikembalikan dengan tenggat waktu dengan alasan kondisi yayasan saat itu sedang sulit.
“Karena saya terus menanyakan soal uang itu akhirnya tanggal 4 Juli dikasih cek bank BRI katanya bisa dicaikan tanggal 6 Juli senilai Rp 57 juta,” jelas warga Lampung Selatan ini.
Namun betapa kaget dirinya ketika Rabu 6 Juli 2022 ia ke Bank BRI Natar untuk mencairkan cek tersebut ternyata saldonya tidak ada.
“Tanggal 6 Juli itu sesuai janjinya saya ke Bank BRI cairkan cek, ternyata jawaban pihak Bank BRI saldonya kosong. Lagi-lagi saya ditipu, saya saya hubungi dia malah janji lagi,” ungkap Hanafi.
Menurut Hanafi ia sudah berusaha beberapa kali menemui pelaku, namun pelaku selalu menghindar bahkan nomor WhatsAppnya juga sudah diblokir oleh Didgo.
“Saya sudah berusaha persuasif, sampai pernah saya samperin Shinta Desia, termasuk rumah orangtuanya Digdo pak Ikhsan Haryanto salahsatu pengusaha property di Lampung saya samperin, tapi tak ada niat baik dari pak Digdo,” keluhnya.
Ia mengakui korban dugaan penipuan bukan hanya menimpa keponakanya tapi juga masih ada korban-korban lain yang mengalami nasib yang sama dengan keponakannya.
“Sebenarnya korbannya banyak, ada yang sudah setor 100 juta, tapi mereka masih bungkam,” pungkasnya.
DIgdo Wiratno yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsAppnya tidak aktif. Sementara Shinta Desia istri pelaku yang juga pimpinan sekolah penerbangan Citra Angkasa School (CAT) saat dikonfirmas tidak menjawab meskipun pesan sudah disapaikan ke WhatsApp pribadinya.









