LAMPUNGONE.CO, TANGGAMUS– Mengingat pentingnya akses jalan jembatan Pekon Doh, Kecamatan Cukuh Balak yang telah musnah hanyut bersama derasnya arus air di saat bencana banjir bandang yang juga menghanyutkan empat rumah huni warga pada beberapa tahun lalu.
Saat ini warga sangat kesulitan sekali saat melintas jalan yang sudah tidak ada lagi jembatan penghubung, sehingga harus melalui aliran sungai yang terkadang banjir dan sulit untuk dilalui di Dusun Way Bangik, Pekon Doh, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, Sabtu (3/7).
“Selain penghubung jalan antar wilayah jembatan ini juga salah satu akses menuju sekolah di pekon ini, sehingga ketika banjir anak murid sekolah tidak dapat melanjutkan sekolah akhirnya kembali lagi pulang ke rumah,” terang Yudianto kadus Pekon terkait.
“Sebelumnya kami sudah sering kali mengajukan proposal ke dinas melaui kepala Pekon namun hingga saat ini belum ada tanggapan,” ucapnya.
Dikatakan Yudianto, bahkan pada saat setelah banjir bandang terjadi di tahun 2018 wakil bupati Tanggamus sempat mengunjungi jembatan tersebut dan akan memperbaiki namun hingga saat ini belum juga terealisasi.
Yudianto berharap agar pemerintah khususnya ibu Bupati Tanggamus agar memperhatikan kondisi ini dan dapat segera merealisasi jembatan tersebut.









