LAMPUNGONE.CO, BANDAR LAMPUNG- Pemerintah Kota Bandar Lampung saat ini sudah mulai mengaktifkan kembali trayek bus dalam kota untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Selasa (12/07).
Diketahui, angkutan umum merupakan pilihan bagi masyarakat yang tidak menggunakan kendaraan pribadi. Selain karena harga yang terjangkau, varian dan jumlahnya pun lumayan banyak seperti becak, angkutan kota (angkot), ojek, dan bus.
Seperti Bus dengan rute Rajabasa-Panjang yang sekitar satu bulan dioperasikan, dimana sebelumnya sempat tidak berjalan karena Covid-19. Kini keberadaannya kembali mulai digandrungi masyarakat untuk menjadi alternatif melakukan aktifitas mereka.
“Kita mulai beroperasi akhir bulan Juni kemarin, tahun sebelumnya sempat tidak beroperasi karena pandemi covid-19. Ya lumayan penumpangnya, tapi masih jarang-jarang. Karenakan baru beroperasi juga,” ujar Rama, kenek bus Rajabasa – Panjang,
Rama menyampaikan, bahwasanya pihaknya berhenti di halte-halte atau di pinggir jalan untuk mengambil penumpang.
“Kita rutenya dalam kota. Semua tetap tarifnya Rp2 ribu baik jauh maupun dekat,” katanya.
Kemudian, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung Socrat Pringgodanu mengatakan, bus yang telah beroperasi ini sudah ada trayeknya, hanya saja pemkot berencana hendak menambahkan trayek lagi.
Hal itu jelasnya, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap transportasi umum.
“Trayek Rajabasa-Panjang itu tidak mati, masih ada. Cuma karena covid-19 kemarin maka mereka berhenti, tapi sekarang sudah jalan lagi,” kata Socrat.
Menurutnya pada trayek tersebut, kemungkinan akan ditambahkan unit bus lagi, namun melihat situasi di lapangan terlebih dahulu bagaiman antusiasme masyarakatnya.
“Kebutuhan transportasi umum itu tanggungjawab pemerintah, ketika itu dibutuhkan oleh masyarakat pemkot akan menyiapkan. Toh masalah covid-19 tidak terlalu jadi masalah, yang penting protokol kesehatannya dijaga saja,” ungkapnya.
Kemudian tambahnya, masalah tarif angkutan umum bus ini juga nanti akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
“Tidak juga terlalu murah sehingga merusak angkutan yang lain, dan tidak juga terlalu mahal sehingga menyusahkan warga,” tandasnya.









