LAMPUNGONE.CO, BANDAR LAMPUNG – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama dengan Wakil Menteri Transmigrasi RI Viva Yoga Mauladi. Melepas calon Transmigran Asal Provinsi Lampung, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat tahun 2025 di Balai Keratun Lantai III kantor Gubernur, Selasa (16/12/2025).
Dalam sambutannya, Gubernur Lampung yang di wakilkan oleh Sekertaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan mengatakan bahwa program Transmigrasi bukan sekedar soal pindah alamat atau berganti KTP.
“Ini adalah tentang keberanian mengambil langkah baru. Menguka lembaran hidup yang baru, dan ikut ambil bagian dalam membangun Indonesia. Tidak semua orang berani melakukan itu,” ungkapnya.
Marindo menambahkan, Transmigrasi adalah upaya negara agar pembangun tidak menumpuk di satu tempat saja. Lewat program ini, wilayah-wilayah baru akan tumbuh, kesempatan kerja akan terbuka, dan kehidupan yang lebih layak bisa diraih.
“Dalam kawasan Transimigrasi, kita berharap lahirnya masyarakat yang produktif, saling mendukung, dan mampu menerima nilai pembangunan daerah. Namun semua ini hanya bisa terwujud jika dijalankan dengan niat baik, kejujuran, dan kerja keras,” tambahnya.
Dalam hal ini, Wakil Menteri Transmigrasi RI Viva Yoga Mauladi menyampaikan, bahwa Provinsi Lampung identik sebagai Transmigrasi dan contoh dari kesuksesan Transmigrasi.
“Program transmigrasi ini salah satunya untuk memperkuat rasa kebangsaan. Percampuran mereka melalui akulturasi budaya, asimilasi pernikahan sehingga ada yang namanya Puja Kusuma, Jadi perbedaan suka, agama, ras, dan budaya itu tidak dijadikan sebagai konflik sosial,” tutur Wamen.
Ia menambahkan, bahwa Provinsi Lampung sekarang tidak menjadi daerah tujuan Transmigrasi melainkan menjadi daerah asal Transmigrasi.
“Ini membuktikan bahwa pembangunan di provinsi Lampung sudah maju dan berkembang,” tambahnya.
Dalam hal ini, sebanyak 75 Kepala Keluarga 255 Jiwa yang terdiri dari :
1. Lampung, 10 Kepala Keluarga atau 33 Jiwa.
2. Banten, 10 Kepala Keluarga atau 27 Jiwa.
3. DKI Jakarta 5 Kepala Keluarga atau 24 Jiwa.
4. Jawa Barat 15 Kepala Keluarga atau 43 Jiwa.
5. Jawa Tengah, 19 Kepala Keluarga atau 73 Jiwa.
6. Jawa Timur, 16 Kepala Keluarga atau 55 Jiwa.
Para Transmigran yang mengikuti pelepasan akan diberangkatkan ke Lokasi Taramanu Tua, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat sejumlah 35 KK/133 Jiwa.
Dalam hal ini, Wamen Viva menyampaikan bahwa Kementerian Transmigrasi melalui program-program Transmigrasi ini telah melahirkan desa definitif sebanyak 1.567 desa, 466 kecamatan, 116 kabupaten-kota, dan 3 ibu kota provinsi, yaitu Provinsi Kalimantan Utara, Provinsi Sulawesi Barat, dan Provinsi Papua Selatan.








