Pengundian Calon Rektor Unila Periode 2027-2031, Rudy Dapat Nomor Urut 4

  • Bagikan

LAMPUNGONE.CO, BANDARLAMPUNG – Prof. Dr. Rudy, SH, LLM, LLD, mendapatkan nomor urut 4 dalam pengundian enam calon Rektor Universitas Lampung (Unila) periode 2027–2031 yang digelar di Gedung Rektorat Lantai II, Senin (19/10/2026) pagi.

Dalam pencalonannya, Rudy membawa gagasan strategis bertajuk RISE UNILA, singkatan dari Resilient, Innovative, Sustainable, dan Excellent, sebagai arah transformasi Unila selama lima tahun mendatang.

Pengundian nomor urut berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB di ruang sidang lantai II Gedung Rektorat Unila.

Rudy membenarkan dirinya mendapatkan nomor urut 4 dalam tahapan tersebut.

“Hari ini pengundian nomor urut, tadi pagi pukul 09.00 WIB di ruang sidang lantai II Gedung Rektorat,” kata Rudy.

Melalui gagasan RISE UNILA, Rudy menawarkan transformasi kampus yang berfokus pada kesejahteraan sumber daya manusia (SDM), peningkatan mutu institusi, penguatan riset dan inovasi, serta perluasan reputasi internasional.

Visi yang diusung Rudy adalah menjadikan Universitas Lampung sebagai perguruan tinggi yang berdampak, unggul, dan bereputasi internasional.

Visi tersebut diterjemahkan ke dalam lima misi utama.

Pertama, mewujudkan dosen dan tenaga kependidikan yang sejahtera, produktif, dan berdaya saing.

Kedua, menjadikan Unila sebagai kampus unggul dengan reputasi nasional dan internasional melalui peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta prestasi akademik.

Ketiga, mengembangkan Unila sebagai kampus yang berdampak bagi masyarakat dan pembangunan bangsa melalui riset terapan, inovasi, serta hilirisasi hasil penelitian.

Keempat, mendorong Unila agar mampu bersaing secara global melalui kerja sama internasional, publikasi ilmiah, pertukaran akademik, dan pengembangan kurikulum berstandar internasional.

Kelima, mewujudkan tata kelola universitas yang modern, profesional, transparan, dan terpercaya dengan dukungan digitalisasi layanan serta pengelolaan keuangan dan aset yang akuntabel.

Target Kesejahteraan SDM hingga Riset Berdampak

Dalam dokumen arah strategis dan program kerja RISE UNILA 2027–2031, Rudy memaparkan lima program utama yang saling terhubung, yakni peningkatan kesejahteraan SDM, keunggulan akademik, riset dan inovasi berdampak, internasionalisasi, serta tata kelola universitas berbasis digital.

Pada bidang kesejahteraan, Rudy menargetkan peningkatan remunerasi secara bertahap hingga 100 persen dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan universitas.

Program lainnya mencakup otomatisasi kenaikan pangkat dan jabatan fungsional, pengembangan kompetensi, serta pemberian insentif berdasarkan kinerja dan prestasi.

Di sektor akademik, program yang direncanakan meliputi peningkatan mutu pembelajaran, pembinaan akreditasi program studi, revitalisasi laboratorium dan ruang pembelajaran, serta perluasan akses beasiswa bagi mahasiswa.

Dalam materi program kerjanya, Rudy menargetkan sedikitnya 7.000 mahasiswa menerima beasiswa setiap tahun.

Selain itu, ia membidik peningkatan kesempatan mobilitas internasional dan penguatan jejaring alumni dengan dunia usaha dan dunia industri.

Pada bidang riset dan inovasi, Rudy mendorong agar penelitian tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga menghasilkan solusi bagi masyarakat dan memiliki nilai ekonomi.

Program tersebut mencakup penguatan hak kekayaan intelektual (HKI), paten, komersialisasi inovasi, pengembangan perusahaan rintisan atau startup, serta kolaborasi penelitian dengan industri, investor, pemerintah, dan masyarakat.

Perluas Kerja Sama Internasional

Untuk memperkuat reputasi global, Rudy menargetkan peningkatan publikasi bersama peneliti internasional, pembentukan konsorsium riset internasional, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta kehadiran profesor tamu dari luar negeri.

Sementara itu, pada aspek tata kelola, program yang disiapkan meliputi integrasi layanan utama secara digital, pengembangan sistem data terpadu, penganggaran berbasis kinerja, serta penguatan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan aset.

Implementasi program tersebut direncanakan berlangsung secara bertahap selama periode 2027–2031.

Tahapannya dimulai dari pembangunan fondasi dan validasi data, dilanjutkan dengan perluasan program, percepatan kinerja, konsolidasi mutu, hingga penguatan reputasi global.

Rudy juga menekankan pentingnya evaluasi berkala dengan indikator kinerja yang terukur, penanggung jawab yang jelas, serta keterkaitan antara target, anggaran, dan hasil pelaksanaan.

Enam Calon Rektor Unila

Sementara itu, rapat Senat Unila menetapkan enam calon Rektor Unila periode 2027–2031 beserta nomor urut masing-masing.

Berikut daftar calon rektor yang telah mendapatkan nomor urut:

1. Prof. Dr. Hamzah, SH, MH, PIA.
2. Dr. Budiyono, SH, MH.
3. Prof. Dr. Warsito, SSi, DEA, PhD.
4. Prof. Dr. Rudy, SH, LLM, LLD.
5. Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, SKed, MKes.
6. Prof. Dr. Anna Gustina Zainal, SSos, MS.

Sebelumnya, Senat Unila telah menetapkan enam nama tersebut sebagai calon rektor dalam rapat pada Rabu (14/10/2026).

Dengan ditetapkannya nomor urut calon, proses pemilihan Rektor Unila periode 2027–2031 berlanjut ke tahapan berikutnya.

Gagasan, visi, misi, dan program kerja yang ditawarkan masing-masing calon akan menjadi bagian penting dalam menentukan arah pengembangan Unila untuk lima tahun mendatang.

Penulis: EliEditor: Roni
  • Bagikan