Persatuan PKL Bandar Lampung Tolak Direlokasi

  • Bagikan

LAMPUNGONE.CO, BANDAR LAMPUNG- Persatuan Pedagang Kaki Lima (PKL) Bandar Lampung yang berjualan di atas drainase sepanjang Jalan Bukit Tinggi gelar aksi solidaritas tolak relokasi PKL di Jl. Bukit Tinggi ke Lantai 2 dan 3 Bambu Kuning. Rabu (17/11).

Aksi Solidaritas tersebut bertujuan untuk membangun kerjasama dalam penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) pasar di Bandar Lampung.

Diketahui bahwa, Aksi tersebut dilakukan karena Para Pedagang Kaki Lima (PKL) sebelum nya pernah menempati lantai 2 dan lantai 3 pada 30 Oktober 2007. Namun, melihat kondusi pembelian yang sepi dan penyewaan yang mahal, akhir nya para pedagang kaki lima di jalan bukit tinggi tersebut pindah ketempat semula.

Kemudian, pada tanggal 26 Oktober 2021 Pemerintah Kota Bandar Lampung melakukan pengiriman surat pemberitahuan kepada Pedagang Kaki Lima Bambu kuning di jalan bukit tinggi untuk melakukan relokasi kedalam gedung bambu kuning Plaza lantai 2 dan 3. Selanjutnya, pada tanggal 11 November Pemerintah Kota Bandar Lampung mengirim Surat Peringatan 1 (SP 1) untuk relokasi pedagang kaki lima bambu kuning.

Oleh karena itu, persatuan Pedagang Kaki Lima (PKL-BL) menolak untuk direlokasikan kegedung bambu kuninh lantai 2 dan 3. Untuk itu mereka mendesak kepada pemerintah kota bandar Lampung untuk menyelamatkan lapak mereka dengan tuntutan:
1. Meminta kerjasama penataan tempat pedagang kaki lima saat ini supaya tidak kumuh.
2. Menolak segala bentuk penggusuran terhadap pedagang kaki lima bambu kuning jalan bukit tinggi.
3. Kami telah mengikuti prosedur membayar pasar dan keamanan pasar.
4. Lapak kami sawah ladang kami untuk menghidupkan sanak keluarga kami.
5. Kami Pedagang Kaki Lima Bambu Kuning jalan bukit tinggi mempunyai hak layak yang sudah di jamin oleh konstitusi.

Dalam hal tersebut, Perwakilan pedagang kaki lima Ardiansyah mengatakan bahwa dalam rangka menolak kebijakan pemerintah kota bandar Lampung untuk menaikkan mereka kelantai 2 dan 3 yang ada di plaza bambu kuning tersebut Karena pada tahun 2007-2008 berdagang dilantai tersebut tidak ada pembeli.

“Setahun dua tahun kita sepi tidak ada pembelinya, makanya kita turun lagi kebawah karena tidak ada pembelinya, maka dari itu teman-teman menolak pindah dilantai 2 dan tetap bertahan ditempat. Kita maunya kerjasama dengan pemerintah untuk bertahan ditempat, kita rapihkan kita kerjasama dengan pemerintah. Umpamanya kita ditata dengan lebih baik, kalau memang itu kumuh kita harus ketemu, duduk bersama bareng cari solusi yang terbaik untuk mereka,” ujar Ardiansyah.

Lanjutnya, Kalau intruksi dari bunda Eva Dwiana Walikota Bandar Lampung memang disini tidak di perbolehkan lagi. Karena ini harus dikosongkan dan kota direlokasi dilantai 2 dan 3.

“Kami ini pedagang lama semua dari tahun 90an dan mereka sudah ada disini. Jadi kami ini sudah lama disini dan sudah pernah merasakan baik tidaknya dilantai 2 dan 3 itu,” katanya.

Kemudian, Walikota bandar Lampung Eva Dwiana saat diwawancarai di veteran terkait peristiwa tersebut ia meminta kepada para pedagang untuk pengertian nya dikarenakan didalam gedung bambu kuning tersebut sudah padat.

“Bukan kita tidak perhatian kepada para pedagang, perhatian kitakan memberikan lapak yang diatas dan kita juga meminta tolong kepada para pengolanya untuk memberikan fasilitas yang di atas kepada pedagang-pedagang tidak lain supaya kenyamanan dari para pedagang dan masyarakat yang datang,” kata Eva.

Dan Eva Dwiana juga mengatakan bahwa kemarin sudah memberitahukan kepada pemilik bambu kuning untuk memperhatikan fasilitas nya seperti AC yang harus di perbaiki, Eskalator yang mati harus diperbaiki sehingga pengunjung dapat dengan mudah untuk naik ke atas.

“Kalau semua fasilitas sudah diperbaiki maka diatas akan lebih rame dengan yang di bawah. dan dengan ini kita harus kerjasamanya yang baik antara pemerintah dan warga masyarakat, tidak lain ini untuk kenyamanan kita bersama. Bambu kuning adalah central nya industri, dan untuk kompensasi pedagang, kita memberikan 3 bulan gratis di lapak, dan untuk fasilitas seperti lampu dan ac akan segera kita sediakan,” jelas Eva.

Selain itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota bandar Lampung Wilson Faisol mengatakan bahwa sebelum nya mereka sudah membuat pertemuan dan sekarang mereka menyampaikan aspirasi nya.

“Mereka meminta untuk tetap bertahan dilokasi yang ada. Tapi, sesuai aturan teman-teman melihat kondisi yang dilapangan. Tempat mereka ada diatas terotoar dan dijalan masuk. Dan untuk lapak sudah ada sekitar 70an Pedagang Kaki Lima, kalau dari pasar bambukuning ini dari lantai 2 dan 3 itu ada lebih dari 100 lapak,” kata Wilson Faisol.

Untuk para pedagang yang menempati lantai 2 dan 3 yang dimana penjualan nya sepi pengunjung, Wilson Faisol mengatakan bahwa itu adalah rezeki masing-masing dan ia akan mencari solusi nya.

“Itukan rezeki ya, insyallah kita juga mencari solusi bagaimana untuk kejadian 7 tahun lalu dan tidak akan terulang lagi, kita nanti bersama pihak pengembang mengupayakan pedagang dan pembeli itu mungkin bisa sama-sama bersinergi termasuk fasilitas akan kita siapkan,” tandasnya.

  • Bagikan