LAMPUNGONE.CO, BANDAR LAMPUNG – Erick Thohir Menteri BUMN RI menghadiri Seminar Nasional di GSG Unila. Dengan tema Produksi dan Akselerasi Vaksinasi Menelaah Kinerja Pemerintahan Jokowi Melindungi Generasi Muda Indonesia Dari Covid-19, Minggu (30/1).
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Provinsi Lampung Chusnunia Chalim mengatakan bahwa, Vaksinasi di Provinsi Lampung pada tahun 2021 pertengahan mengalami kesulitan.
“Meskipun pada tahun 2021 pertengahan kita mengalami kesulitan vaksinasi. Namun, berkat Erick Thohir Vaksinasi kita kebanjiran. Alhamdulillah vaksinasi lancar untuk Masyarakat, Lansia maupun anak-anak,” ujar Wakil Gubernur Provinsi Lampung Chusnunia Chalim.
Lanjutnya, Covid-19 di Provinsi Lampung sangat maksimal dibawah pimpinan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi.
” Insyallah semua dapat terkendali. Baik itu Ekonomi maupun kesehatan. Dan untuk antisipasi lonjakan ketiga kita berkoordinasi dengan Kabupaten Kota. Selain itu, Provinsi Lampung untuk hari ini tingkat kemiskinan turun 1digit per bulan September 2021,” katanya.
Kemudian, Menteri BUMN RI Erick Thohir menghimbau kepada Masyarakat seluruh Indonesia untuk tidak panik menghadapi Gelombang ketiga yakni Virus Omicron B11529.
“Gelombang ketiga pasti datang. Kalau kita lihat yang terjadi di Amerika dan Inggris gelombangnya sangat tinggi, tentu masyarakat jangan panik. Karena, yang disampaikan oleh Menteri Kesehatan dan Presiden bahwa yang sudah divaksin tandanya ringan. Kalau ringan gejalanya, maka obat-obatan nya juga ringan bisa dirawat di rumah tidak perlu langsung ke rumah sakit,” kata Erick Thohir Menteri BUMN RI.
Erick Thohir juga mengatakan bahwa, untuk virus Omicron B11529 obat-obatan tidak perlu mahal, dikarenakan Omicron B11529 berdampak kehidung dan tenggorokan, tidak keparu-paru seperti Virus Delta.
“Sudah disampaikan bahwa, obat-obatannya bukan seperti kemarin yang mahal, tinggal panadol, kafirafir dan generik mungkin juga aztrazonisin. Karena, Omicron kalau sakit berdampak pada hidung dan tenggorokan, tidak ke paru-paru seperti Virus delta yang langsung menyerang paru-paru. Tapi tetap waspada, protokol kesehatan, jangan panik,” jelasnya.
Ditempat yang sama, Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof. Dr. Karomani, M.Si., menjelaskan bahwa ada 40 orang dokter muda dan dosen dari Fakultas Kedokteran dan juga dalam waktu telah memprogramkan kurang lebih 100 Dokter Intensif yang akan menjadi Vaksinator.
“Dalam waktu dekat ini telah memprogramkan kurang lebih 100 dokter intensif untuk menjadi vaksinator. Hal ini terbukti mampu mempercepat proses vaksinasi yang tadinya menempuh 7 jam itu menggulirkan 800 dosis sekarang menjadi 750 dosis dalam hitungan 1 jam di luar biasa,” tandasnya.









