LAMPUNGONE.CO, BANDARLAMPUNG- Terkait penutupan seluruh gerai Bakso Sony oleh pemerintahan Kota Bandar Lampung, pemilik bakso Sony akhirnya angkat bicara pada kegiatan konferensi pers di gerai Bakso Sony cabang 1 di Jl. Wortel Mongonsidi yang dimana menyatakan bahwa apabila 12 gerai tersebut ditutup semua, maka pihaknya akan lakukan langkah hukum, Senin (20/9).
“Kami berpendapat bahwa sikap dan tindakan pemkot tersebut merupakan tindakan kesewenang-wenangan dan arogansi pemkot terhadap kami dan pasti kami akan melakukan langkah hukum atas tindakan tersebut,” ujar Son Haji Sony.
Dan juga dalam Kegiatan Konferensi pers tersebut pemilik bakso son Haji Sony mengatakan bingung dan sangat kecewa dengan sikap dan tindakan pemerintah kota Bandar Lampung yang memaksakan penutupan atau penyegelan terhadap semua gerai bakso Sony tanpa mempertimbangkan kondisi pandemi covid-19.
“Dengan tindakan Pemda tersebut sekitar 200 lebih karyawan kami dengan sangat terpaksa harus ikut mengalami kesulitan ekonomi pada masa yang sulit seperti ini dan apakah Pemerintah Kota akan bertanggung jawab pada karyawan kami,” kata Haji Sony.
Lanjutnya, untuk Nasib karyawan bakso Son haji Sony rencananya akan di rapatkan terlebih dahulu
Lebih jauh lagi Bakso Sony telah berdiri selama 42 tahun yang dimana merupakan salah satu icon kota Bandar Lampung dari sisi kuliner Indonesia dan menjadi daya tarik tersendiri serta telah ikut berkontribusi menyumbang PAD Kota Bandar Lampung yang dipergunakan untuk pembangunan Kota Bandar Lampung.
“Kami Bakso Sony tiap bulan itu membayar pajak, bisa diliat ada yang namanya alat tappingbox. Disitulah pajak yang dibayar sesuai dengan siapa yang beli dan kalo pun sekarang ada permasalahan informasi mengenai kesalahan pajak itu dasarnya mana kan harus jelas,” tegasnya.
Selain itu, Dwi Purnomo (DP) salah satu karyawan bakso Sony ikut angkat bicara terkait penyegelan seluruh gerai bakso. Ia mengatakan bahwa sangat kecewa dan apakah jika seluruh Gerai bakso Sony ditutup Pemerintah Kota akan bertanggung jawab.
“Apakah pemkot bisa memberi nafkah kepada kami, kami mempunyai tanggungan. dimasa pandemi sekarang ini sangat sulit mencari nafkah jadi kami butuh kejelasan apabila alasannya tidak memakai tappingbox, saya sebagai kasir selalu memakai itu,” kata Dwi Purnomo.








