LAMPUNGONE.CO, BANDAR LAMPUNG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung, mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca menuju hidrometeorologi basah, Senin (15/12/2025).
Analisis Bencana BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat, menyampaikan fase hidrometeorologi basah dimulai sejak 2 Oktober, tepatnya pada 11 Oktober 2025 dan akan terus berlanjut sampai Februari 2026.
“Waspadai perubahan cuaca yang cepat, terutama buat saudara-saudara kita yang berada di pinggir pantai, di pinggir sungai, di pinggir aliran sungai, agar mewaspadai potensi yang bisa saja muncul akibat hidrometeorologi basah ini,” ujar Wahyu.
Ia menambahkan, bahwa Hidrometeorologi basah ditandai dengan beberapa faktor yaitu, curah hujan yang tinggi, angin kencang, banjir rob, dan banjir bandang.
“teman-teman dan saudara-saudara yang berada di sepanjang pesisir pantai, di sepanjang daerah aliran sungai, wajib mewaspadai perubahan cuaca. Untuk itu saya minta untuk terus mengupdate perubahan cuaca melalui laman info BMKG atau laman BPBD, baik di Instagram maupun media sosial lainnya,” tambahnya.
Dalam hal ini, ancaman hidrometeorologi basah ini merata di seluruh wilayah Provinsi Lampung. Namun, pada wilayah yang dialiri sungai besar terutama di wilayah Lampung Timur dan Lampung Selatan harus meningkatkan kewaspadaan karena luapan air sungai.
Daerah Tulang Bawang Barat, Tanggamus, dan sebagian Lampung Selatan Tercatat telah mengalami insiden kebencanaan.
“Kita mencatat beberapa daerah sudah mengalami beberapa bencana, beberapa peristiwa yang menuju kepada bencana. Tentu gejala-gejala ini harus meningkatkan kesiapan kita, bahwa kita berada di sekitar zona bahaya, kita berada di sekitar potensi bencana yang bisa muncul kapan saja,” tegas Wahyu.
Selain memantau informasi melalui BMKG dan BPBD, Wahyu mengatakan bahwa tanda-tanda alam yang dapat di lihat secara langsung oleh masyarakat. Yaitu, awan berbentuk kembang kol, salah satu potensi angin kencang atau angin puting beliung.
“Biasanya diiringi dengan suara gemuruh dan langit yang abu-abu, walaupun di saat itu hujannya tidak deras. Nah itu tanda-tanda alam yang bisa diwaspadai. Fenomena kembang kol ada di langit kita, maka itu kita waspada angin kencang, sama puting beliung bisa menyambar, kemudian banjir bisa terjadi di sekitarnya,” ungkapnya.








