BPPRD Bandarlampung Masih Temukan Kecurangan WP Tempat Usaha

  • Bagikan

LAMPUNGONE.CO, BANDAR LAMPUNG– Setelah beberapa tahun penerapan Tapping Box, BPPRD Kota Bandar Lampung  masih menemukan kecurangan wajib pajak (WP) pada tempat usahanya.

Plt. Kepala BPPRD Kota Bandar Lampung Dedeh Ernawati mengatakan akhir tahun ini pihaknya telah menerjunkan timnya termasuk dirinya mengecek langsung penggunaan tapping box ke lapangan.

“Tapping box inikan sudah berapa tahun kita pasang, kita lihat progesnya ini rutin kita pasang kita rutin lakukan pengecekan di lapangan apakah tapping box itu digunakan maksimal atau tidak ini sudah sering kita lakukan, dan mendekati akhir tahun ini kita akan lihat didasbor penggunaan yang tidak maksimal kita putuskan lapor ke pimpinan setuju akhirnya SPT dibagi empat tim,” katanya Dedeh Ernawati, Selasa, 19 Desember 2023.

Menurut Dedeh, pada wilayah yang dirinya kunjungi sendiri seperti TKB, Enggal misalnya terdapat beberapa objek pajak yang tidak menggunakan tapping box secara maksimal atau bisa disebut curang.

” kita ada tim IT, disana kita cek transaksi selama buka dari jam 8 sampai jam 9 malam  itu terlihat transaksinya dan  ketahuan ketidak maksimal penggunaannya disana hanya ada laporan 5 pembayaran padahal saat kami kunjungi tempat itu ramai sekali. Belum lagi sebelum kami datangi ada tim yang bertugas mengawasi setiap harinya dan memang ramai. Jadi ya curang,” ungkapnya.

Menyikapi objek wajib pajak yang kerap mengakal-akali penggunaan tapping box, Dedeh mengungkapkan pihaknya bakal memberikan surat teguran sebagai peringatan awal.

“mangkanya kita akan buat surat teguran panggil kembali mnta mereka menandatangani fakta integritas,”ucapnya.

Namun saat ditanya berapa jumlah objek wajib pajak yang melakukan kecuranga di Kota Tapis berseri ini? Dedeh menyebut pihakya belum merekapnya mengingat proses peninjauan ke Lapangan masih akan di lakukan mendekati akhir tahun nanti.

“Belum direkap karena tim masih  berjalan sampai akhir desember, tapi nanti januari mulai lagi, karena SPT itu tidak kita batasi waktu. Ada hotel ada restoran macam-macam,” terangnya.

Ditanya soal capaian PAD yang dipasangi Tapping Box seperti tempat hiburan, hotel, restauran dan lain Dedeh menyebut ada kenaikan Rp40 miliar dibanding tahun sebelum pemasangan.

“Tapi sejak terpasang tapping box di pajak hotel, restauran, hiburan, Air tanah, dan parkir serta pengawasan secara berkala, ada peningkatan realisasi penerimaan dari 5 pajak tersebut lebih kurang Rp 40 M. Kami juga sudah mengajukan ke PT Bank Lampung untuk penambahan alat tapping box juga di tahun 2024, terhusus untuk  dipasang Obejek pajak  yang  belum terpasang.Untuk memaksimalkan penerimaan PAD Kota Bandar Lampung,” terangnya.

Bicara soal PAD, kata Dedeh ada Jadi Alhamdulillah realisasi sampai dengan 15 Desember khusus BPPRD sudah 534,9M dari target 621M lebih atau 86,02 % dari target di APBD Perubahan.

” Sebenarnya target induk kita sudah over target tapi karena ada penambahan di APBDP kita ditambah 100m untuk bpprd. Tapi diantara  pajak itu semua ada 4 yang sudah overtarget kaya pajak hiburan, reklame, ukir, mineral, logam dan batu-batuan, selebihnya Alhamdulillah 92% keatas.  kecuali PBB itu agak susah, yang rajin bayaritu sbnrnya kalangan menengah kebawah justru itu tantangan menarik menagih tunggakan pajak PBB yang susah itu menengah keatas sebab ownernya ga ada disini bahkan kadang ownernya ga ada di Indonesia, adanya di Singapura ownernya,” paparnya.

Kata Dedeh, selain memantau tapping box pihaknya juga melakukan sosialisasi terhadap aplikasi berbasis web Si Mantap (Sistem Informasi Manajemen Tata Kelola Pajak Daerah) yang merupakan inovasi baru BPPRD Kota Bandar Lampung yang baru saja di launching minggu lalu.

“saya menyampaikan kepada mereka bahwa si mantap ini untuk mempermudah wajib pajak melakukan pembayaran pajak karena saya mendengarkan di sini adalah bagaimana wajib pajak itu merasa nyaman, dalam membayar pajak karena memang orientasinya itu memproses berkasan cepat melakukan pembayaran yang mudah,” imbuhnya.

Dengan Si Mantap, proses dilakukan akan lebih mudah dengan cara  langsung di upload berkas  yang dibutuhkan pada web, dengan begitu semua bisa lebih efisiensi.

“dan kalo enggak sesuai kita panggil,  web itu bisa diakses dengan smartphone apalagi mereka punya rekening jadi birokrasi terpangkas, menghemat waktu,  tidak ada beralasan lagi bahwa petugasnya belum dateng  dan tentu ini adalah  efisiensi, dengan ini  wajib pajak bisa sangat nyaman untuk membayar pajak nyaman dalam hal pengurusan berkas Pembayarannya enggak nyaman rekap proses pembayarannya, tanpa terkecuali mengurangi tingkat kebocoran,” tandasnya

  • Bagikan