Data BGN Menunjukkan Kasus Keracunan MBG di Bandarlampung Tertinggi di Indonesia

  • Bagikan

LAMPUNGONE.CO, BANDARLAMPUNG– Kasus keracunan makanan pada program Menu Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bandar Lampung tercatat sebagai yang tertinggi di Indonesia.

Data Badan Gizi Nasional (BGN) per 22 September 2025 menunjukkan, sebanyak 4.711 orang di tujuh daerah terdampak kasus serupa. Dari jumlah itu, Kota Bandar Lampung menempati posisi teratas dengan 503 kasus. Angka ini lebih tinggi dibanding Kabupaten Lebong, Bengkulu (467 kasus), dan Kabupaten Bandung Barat (411 kasus).

BGN menyebut, penyebab keracunan berasal dari berbagai sumber. Di antaranya bakteri E. Coli pada air, nasi, tahu, dan ayam; Staphylococcus aureus pada tempe dan bakso; Salmonella dari ayam, telur, serta sayuran; hingga Bacillus cereus dari mi. Kontaminasi air juga turut memicu kemunculan bakteri lain seperti Coliform, Klebsiella, Proteus, bahkan timbal (Pb).

Ketua Satgas MBG Kota Bandar Lampung, Wilson Faisol, menjelaskan tidak semua korban harus menjalani perawatan intensif.

“Dari 503 kasus, hanya sekitar 200 orang yang dirawat di rumah sakit. Kejadiannya pun berlangsung sehari, setelah itu tidak ada lagi kasus susulan. Data yang kami pegang berdasarkan estimasi terdampak,” jelasnya, rabu (1/10).

Wilson menambahkan, tim kesehatan Puskesmas segera turun memberikan penanganan pertama. Wali Kota Bandar Lampung juga langsung menginstruksikan Dinas Kesehatan berkoordinasi dengan BPOM dan sekolah, guna memperketat pengawasan makanan MBG.

“Ibu Wali Kota meminta satgas sekolah ikut memeriksa makanan sebelum dibagikan. Alhamdulillah sejauh ini sudah aman,” tegasnya.

Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan juga mengadakan sosialisasi dan pelatihan bagi penyedia pangan penyelenggara gizi (SPPG). Sempat dihentikan sementara, kini program MBG kembali berjalan dengan pengawasan yang lebih ketat.

“Bahkan mungkin hanya di Bandar Lampung yang secara rutin melakukan pembinaan kesehatan ke setiap SPPG,” tutup Wilson.

  • Bagikan