LAMPUNGONE.CO, BANDARLAMPUNG-Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Tumenggung, mengungkapkan pihaknya menemukan sejumlah pelanggaran standar di dapur penyedia makanan bergizi gratis (MBG) yang sempat menyebabkan kasus keracunan siswa.
Menurut Muhtadi, kondisi dapur dan tempat penyimpanan tidak sesuai aturan. “Kami menemukan freezer yang digunakan tidak sesuai standar. Stok makanan dimasukkan bersama kardus kemasan, dan suhunya pun tidak sesuai dengan standar penyimpanan makanan,” ujarnya, Senin (8/9/2025).
Lebih lanjut, Dinkes juga mendapati adanya cemaran bakteri E. coli. Bakteri tersebut muncul akibat tercemar air tinja atau kondisi sanitasi air yang tidak baik. “Dengan kondisi ini, makanan bergizi gratis jelas tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan pemerintah pusat,” tegas Muhtadi.
Selain itu, ia menyoroti kurangnya koordinasi penyelenggara. “Dalam pelaksanaan MBG, baik SPPI maupun SPPG tidak melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan maupun Dinas Pendidikan setempat,” tambahnya.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Heti Friskatati, memastikan pengawasan akan lebih diperketat. Ia menyebut pihaknya bersama dinas terkait akan turun langsung ke lapangan.
“Ada 28 dapur penyedia MBG yang akan kami cek. Nantinya, sampel makanan juga akan diambil di untuk diuji lebih lanjut. Langkah ini untuk menjamin keamanan dan mencegah kejadian serupa terulang,” ungkap Heti.








