LAMPUNGONE.CO, BANDAR LAMPUNG– Dalam PPDB tahun 2023, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandar Lampung menemukan, ada puluhan masyarakat yang melakukan kecurangan dalam data kependudukan pada saat pelaksanaan pendaftaran peserta didik baru (PPDB) SMA jalur zonasi di tahun ajaran 2023.
Kepala Disdukcapil Bandar Lampung, Febriana mengatakan, kecurangan dalam data kependudukan untuk PPDB SMP pada jalur zonasi sampai hingga saat ini belum ada yang melapor ke pihaknya, dan yang sudah berjalan adalah PPDB SMA dimana memang terdapat kecurangan.
“Kalau SMP kan baru hari ini di mulai, jadi belum ada laporan kecurangan. Tapi SMA sudah selesai dan itu memang banyak kecurangan. Jumlah kecurangan itu tidak hapal. Tapi sekitar 1 atau 2 dari 17 sekolah SMA itu ada laporan kecurangan setiap harinya, tapi ada juga sekolah yang tidak ada kecurangan. Jadi sekitar puluhan lah,” ujar Febriana, Rabu (12/7).
Lanjutnya, jenis kecurangan tersebut ialah warga yang merubah sendiri kartu keluarga (KK) nya.
“Ya mungkin itu karena ketentuan PPDB, yang mana disyaratkan minimal mereka berdomisili 1 tahun. Jadi mereka berusaha supaya KK nya menjadi 1 tahun dan mereka rubah sendiri. Selain itu, kadang mereka melaporkan warga kota Bandar Lampung, padahal bukan dan berdomisili di luar Bandar Lampung,” ungkapnya.
Kemudian, Febriana juga mengatakan, pernah juga kemarin terakhir PPDB SMA mencoba merubah hasil keputusan dari Disdukcapil.
Yaitu terkait dengan verifikasi berkas apakah berkas data kependudukan siswa itu memenuhi syarat atau tidak.
“Nah ada satu pendaftar mengubah surat dari kita, seolah-olah ada perbaikan dari kita, kemudian pihak sekolah konfirmasi kepada Disdukcapil apakah ada surat tambahan dari kita. Maka kemarin kita jawab tidak ada. Setelah kita lihat memang ada oknum yang mencoba merubah rekomendasi tersebut supaya anaknya bisa masuk sekolah tersebut,” ucap dia.
Padahal kata Febriana, terkait data kependudukan tersebut yang dapat memverifikasi dan validasi nya Disdukcapi. Sehingga pihaknya juga yang hanya dapat merubahnya.
“Jadi kalau ada kecurangan kita tahu, yaitu tinggal cek ke sistem. Jadi tidak mungkin bisa dimanipulasi,” katanya.
Dengan banyaknya kecurangan tersebut, pihaknya telah melaporkannya ke Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).
“Banyak kecurangan tapi kita sudah cek ke sistem dan kita sudah melaporkan ke MKKS,
Ia menghimbau, agar warga jangan sekali-kali melakukan kecurangan data kependudukan hanya demi anaknya diterima ke solah yang diinginkan.
“Karena sekarang sistemnya sudah komputerasi dan online, mau gimana pun bentuk warga merubah kependudukan tetap harus sistem online. Jadi bukan hanya Disdukcapil yang bisa mengakses tapi banyak stalkholder yang bisa masuk. Jadi tidak akan bisa bermain di sesuatu yang sifatnya tidak bisa merubah data tersebut,” tandasnya.









