LAMPUNGONE.CO, LIWA- Guna meningkatkan fasilitas sarana prasarana dan mengembangkan destinasi wisata, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Lampung Barat (Lambar) mengajukan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp7,3 miliar ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Disporapar Lambar, Andiliya Pratama, mengatakan, sepekan lalu pihaknya telah berkunjung ke Kemenparekraf membahas pengembangan destinasi di wilayah setempat.
“Alhamdulilah, sudah ada titik terang, bahwa tahun 2023 kita akan dapat DAK untuk pengembangan destinasi wisata di Lambar,” ujarnya, mewakili Kepala Disporapar Lambar, Nukman, Rabu (9/3).
Andil mengungkapkan, pihaknya telah mengirimkan data tiga prioritas destinasi ke kementerian. Ia berharap mendapatkan DAK, di antaranya Kebun Raya Liwa, Seminung Lombok Resort dan Temiangan Hill.
“Tiga destinasi ini jadi prioritas mendapatkan DAK. Ini untuk mengembangkan destinasi wisata, terlebih Seminung Lombok Resort ialah satu-satunya destinasi wisata di Lambar yang masuk Kawasan Strategis Pariwisata Nasional,” katanya.
Sejak pandemi Covid-19, lanjut ia, Disporapar Lambar tak dapat kucuran DAK kementerian. Karena itu, Disporapar berupaya agar bisa kembali mendapatkan kucuran dana untuk mengembangkan destinasi wisata itu.
“Lampung hanya ada dua kabupaten menjadi prioritas dapat DAK, yaitu Lampung Timur dan Lambar. Kita berharap bantuan DAK ini destinasi wisata di Lambar bisa berkembang baik segi fasilitas, sarana prasarana dan lainnya,” katanya.
Meski pihaknya telah mengajukan DAK Rp7,3 miliar namun realisasi cairnya dana itu tergantung keputusan kementerian.
“Total nilai yang disetujui, kita belum tahu, yang pasti kita sudah mengajukan. Semoga upaya yang kita ajukan bisa terealisasi sepenuhnya,” ucapnya.









