LAMPUNGONE.CO, WAY KANAN- DPRD menggelar Rapat Paripurna Penyampaian Rekomendasi DPRD Way Kanan terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun Anggaran (TA) 2022 di Ruang Buay Bahuga DPRD setempat, Kamis (27/4/2023).
Bupati Way Kanan, Raden Adipati Surya, menyampaikan, LKPJ dalam Paripurna DPRD pada 30 Maret 2022, bahwa secara substantif LKPJ 2022 merupakan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan kurun satu tahun, dengan tolok ukur kinerja berdasarkan pencapaian target pelaksanaan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2022 yang merupakan penjabaran tahun ke-2 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Way Kanan Tahun 2021-2026.
Adipati mengatakan, LKPJ berisi gambaran berbagai program pembangunan yang telah dilaksanakan, termasuk kendala penyelenggaraan pemerintahan daerah yang meliputi kebjakan strategis yang ditetapkan kepala daerah dan pelaksanaannya, capaian program dan kegiatan serta permasalahan dan penyelesaian masalah setiap urusan pemerintahan. Juga tindak lanjut rekomendasi DPRD tahun anggaran sebelumnya dan pelaksanaan tugas pembantuan baik dari pemerintah provinsi maupun pusat.
“Selanjutnya LKPJ ini menjadi acuan DPRD untuk melihat program pembangunan yang telah dilaksanakan pemerintah daerah dan permasalahan penyelenggaraan pemerintah daerah,” katanya.
Bupati penerima penghargaan WTP 12 kali berturut ini mengatakan, tahun 2022 ialah masa pemulihan ekonomi setelah menghadapi bencana Covid-19. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Way Kanan terus meningkat tahun 2022 sebesar 4,41 persen naik dari tahun 2021 sebesar 2,90 persen, PDRB perkapita tahun 2022 sebesar Rp33,58 juta naik dari Rp30,75 juta pada ahun 2021.
Menurutnya, aktivitas ekonomi terganggu juga berimplikasi kepada perubahan dalam postur APBN Tahun Anggaran 2022, baik pendapatan, belanja, maupun pembiayaan. Perubahan postur APBN juga berpengaruh pada struktur APBD Kabupaten Way Kanan Tahun Anggaran 2022.
“Ini merupakan tantangan kita kedepan untuk meningkatkan kualitas SDM dan ekonomi dengan penguatan sektor kesehatan, pemulihan ekonomi, dan perluasan program perlindungan sosial. Keterbatasan anggaran kita hadapi sebagai tantangan klasik yang selalu kita sikapi dengan cara sinergi pendanaan pusat, provinsi, dan kabupaten dengan menekankan program prioritas strategis yang dapat mengungkit sektor-sektor lain secara bersama,” jelas Adipati.
Selanjutnya, kata ia, terkait dengan proses pembangunan daerah yang masih terdapat hal-hal yang belum dapat diselesaikan dengan baik pada tahun lalu, disampaikan bahwa pemerintah daerah akan terus mengevaluasi terhadap penyelenggaraan pemerintahan, sehingga akan membawa perubahan dan perbaikan yang lebih baik terhadap pembangunan di Way Kanan.
“Saya bangga, berterima kasih, dan mengapresiasi para pimpinan dan seluruh anggota DPRD Way Kanan yang telah merawat dan menjaga jalinan kerja sama. Juga telah mendukung berbagai kebijakan Pemerintah Kabupaten Way Kanan agar program pembangunan dapat berjalan baik dalam upaya mewujudkan Way Kanan unggul dan sejahtera,” ujarnya.









