LAMPUNGONE.CO, BANDAR LAMPUNG- Menjelang tiba bulan suci Ramadan, harga kebutuhan pokok meroket di pasar tradisional Kota Bandar Lampung. Harga sembako ini mulai melonjak hingga 30 persen.
Neni, pedagang sembako di Pasar Wayhalim, mengungkapkan, setiap menjelang lebaran, semua harga bahan pokok selalu naik.
“Menjelang lebaran ini, bahan pokok, seperti beras, sagu tepung, gula, dan minuman kaleng naik hingga 30 persen,” ujar wanita sudah berdagang selama empat tahun di Pasar Wayhalim ini, Selasa (15/3).
Menurutnya, harga kebutuhan pokok itu naik sejak Februari atau saat bulan Rajab kemarin.
Neni mengatakan, para pembeli saat ini masih standar. Artinya, tandas ia, pembeli tak ramai dan tak sepi. Ini lantaran bahan pokok merupakan kebutuhan sehari-hari.
“Saya juga mengirimkan barang dari pintu ke pintu rumah para konsumen,” katanya.
Dia berharap agar pemerintah memperhatikan ekonomi masyarakat yang belum stabil. Pemerintah juga harus memperhatikan minyak goreng karena masyarakat masih yang mencari harga subsidi.
“Pasar ini seharusnya dapat minyak goreng dua dus dalam jangka dua pekan sekali. Tapi hanya sebulan sekali kita dapatkan dua dus minyak goreng harga subsidi. Kami harap agar pemerintah lebih memperhatikan lagi,” ucapnya
Hal senada juga dituturkan Novi, pedagang sembako lainnya. Dia mengatakan, harga bahan pokok setiap tahun menjelang Ramadan kerap naik. Harga itu akan turun pada pertengahan Ramadan.
“Biasanya memang begitu. Kalau bulan puasa pasti harga naik, pertengahan puasa pasti turun,” katanya.
Dia menjelaskan, selain beras, tepung sagu, gula, dan minyak goreng, harga naik juga pada telur dalam minggu-minggu ini Rp22.000 per kg.
“Harga telur Rp18.000 per kg kini sudah Rp22.000 per kg. Saya mewakili para pedagang berharap pemerintah mengatasi bahan pokok ini agar tak naik,” ucapnya.









