Harga Turun, Minyak Goreng Langka di Bandar Lampung

  • Bagikan
FOTO: LAMPUNG ONE/ELI SEPTIANI Pedagang Pasar Kangkung, Anis, memberikan keterangan terkait minyak goreng langka kepada lampungone.co, Senin (7/2/2022).

LAMPUNGONE.CO, BANDAR LAMPUNG– Minyak goreng menjadi langka hampir di seluruh pasar tradisional Kota Bandar Lampung. Padahal pemerintah menurunkan harga minyak goreng Rp14.000 perkilo pada Rabu 19 Januari 2022.

Pedagang sembako Pasar Kangkung, Teluk Betung Selatan, Anis, mengeluhkan stok minyak goreng kosong dan peminatnya banyak.

“Sejak harga minyak goreng turun, di distributor barang jadi langka. Bahkan, minyak goreng subsidi dari pemerintah pun kosong,” ungkap dia, Senin (7/2/2022).

Dia menerima stok subsidi 10 dus per toko. Menurutnya, pembeli saat ini ramai. Para pedagang gorengan dan pengusaha rumah makan tak mungkin membeli hanya satu liter saja.

“Pembeli ini kian banyak tapi stok sedikit. Pagi ini juga banyak yang nyari minyak goreng tapi saya habis stok,” katanya.

Anis mengatakan, Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung dan distributor telah datang ke Pasar Kangkung. Mereka meninjau minyak goreng dan mendata ulang para pedagang yang akan mendapatkan minyak subsidi.

“Distributor berkata, bahwa minyak langsung langka mungkin pengiriman minyak goreng subsidi akan lambat . Saya juga baru kali ini dipanggil untuk dapat minyak goreng subsidi karena sebelumnya tak pernah dapat,” jelasnya.

Karena itu, dia berharap agar kedepannya stok minyak goreng selalu ada.

“Pedagang ingin stok ada terus. Pedagang selalu ikut saja jika harga mahal, ya, mahal. Begitu sebaliknya, bila harga murah, kita juga ikut murah. Karena ini kebutuhan,” ucap Anis.

Di lain tempat, Ani, pedagang di Pasar Panjang, menuturkan, sejak harga minyak goreng turun, stok minyak goreng literan dan curah menjadi kosong.

“Sejak harga turun ini menjadi langka. Kita saja tak ada minyak goreng, lagi kosong. Minyak curah saja juga tak ada,” ungkap dia.

Dia juga masih menjual harga minyak goreng dengan harga lama yakni Rp17.000- Rp18.000 per liter.

“Karena minyak goreng subsidi kosong, kita masih jual harga lama,” ucapnya.

  • Bagikan