LAMPUNGONE.CO, BANDAR LAMPUNG- Klarifikasi Feni Ardila yang beredar di beberapa media online dan berupa video membuat gaduh hingga salah satu warga Bandar Lampung berencana akan menuntut Feni atas pernyataan yang sangat mengecewakan masyarakat Lampung dan dianggap pembohongan publik.
Irza Dewi Sartika, salah satu warga Teluk Betung Barat, Bandar Lampung ini mengatakan, sebelumnya dirinya sangat mendukung atas keberanian Feni untuk mengungkap perlakuan oknum DPRD yang telah melecehkan dirinya.
Namun setelah pemberitaan viral di media dan menjadi konsumsi publik, tiba-tiba Feni menyatakan melalui klarifikasinya video yang telah beredar kalau dia (Feni-red) tidak ada perlakuan pelecehan saat itu yang dilakukan oleh Oknum DPRD Fauzan Sibron dalam video klarifikasinya.
Irza sebagai perempuan yang sangat peduli dengan perempuan korban pelecehan merasa kecewa, maka dirinya atas nama masyarakat Lampung menuntut Feni, karena menurutnya telah memberikan pemberitaan bohong bukan saja kepada dirinya tapi masyarakat Indonesia, terkhususnya masyarakat Lampung.
“Saya sudah mendengar percakapan awal Feni melalui rekaman yang dibagikan, ketika ditanya seseorang, Feni di situ mengatakan bahwasanya Oknum FS itulah yang melecehkan dirinya, ketika itu saya sebagai perempuan mendukung sekali kepada Feni untuk mengungkap itu, tapi ini tiba-tiba ada berita lagi bahwa pada saat itu tidak ada perlakuan pelecehan terhadap dirinya yang dilakukan oleh FS,” kata Irza, Jum’at (18/2).
Dikatakannya, dirinya dengan beberapa kerabat lain dalam waktu dekat ini berencana melaporkan masalah ini ke pihak berwenang.
“Ini sudah sebagai konsumsi publik, siapapun boleh dong melaporkannya atas bukti rekaman awal dan video klarifikasinya, kami sebagai publik sangat kecewa, muak dan dirugikan atas pernyataannya itu yang membohongi kami,” tegas ibu dua anak ini.
Sebelumnya diberitakan, Feni Ardila yang sebelumnya mengaku telah dilecehkan oleh salah satu oknum Anggota DPRD Lampung tiba-tiba kembali viral dengan mencabut pengakuannya dan menyebut berita yang beredar hoax.
Berikut klarifikasi Feni yang mengecewakan masyarakat Lampung.
“Terkait pemberitaan selama ini yang beredar yang memberitakan dugaan pelecehan terhadap saya di cafe Southbank Bandar Lampung yang dilakukan oleh Fauzan Sibron, maka saya akan memberikan klarifikasi yang sebenar-benarnya,” kata Feni Ardila dalam vidio yang disiarkan akun YouTube.
Pertama, lanjut Feni, saya pribadi meminta maaf kepada bapak Fauzan Sibron atas perkembangan pemberitaan di media yang melibatkan nama beliau.
“Dalam peristiwa perkelahian kawan saya Sahrial Yusuf bahwa tidak ada peristiwa pelecehan terhadap saya yang dilakukan oleh Fauzan Sibron,” ucap Feni.
Terkait perkelahian, Feni menjelaskan, kawan saya Sahrial Yusuf dan Romi saat ini sudah melakukan perdamaian, dan selanjutnya kawan saya Sahrial Yusuf akan melakukan pencabutan laporan di Polresta Bandar Lampung.
“Perlu digaris bawahi bahwa sampai saat ini saya tidak pernah melaporkan kesiapapun kepihal berwajib,” kata dia.
Terkait keterangan, tambah Feni, saya yang sebelumnya bahwa ada Fauzan Sibron dilokasi perkelahian adalah tidak benar. Bahwa Romi ternyata orang dekat Fauzan Sibron dan saya tidak kenal dengan Fauzan Sibron secara pribadi.
“Selanjutnya, terkait penyataan saya di beberapa media menyatakan Fauzan Sibron di cafe Southbank, saya meralat dan mencabut ucapan saya, pernyataan saya ini atas dasar hati saya yang paling dalam tanpa ada paksaan dan tanpa ada tekanan dari pihak apapun,” jelas Feni.
Pernyataan Feni itu, bertolak belakang dengan pernyataannya kepada wartawan sebelumnya. Dia menyatakan bahwa dirinya mengaku mendapat perlakuan kurang mengenakkan oleh Fauzan Sibron.
Feni mengaku sedang bersama tiga temannya, termasuk teman pria sedang asyik berjoget. Tiba-tiba Feni didatangi dua pria yang meminta Feni untuk menemani FS.
“Kami mau dugem ke sana bang, tiba-tiba ajudannya FS narik saya nyuruh ikut ke table (meja) dia, pas saya sampai sana langsung dipeluk sama FS dong sambil ngomong dek lu mau duit gak,” ungkap Feni.
Namun Feni mengaku menolak dan keluar dari Sothbank. Dua ajudan FS tetap mengejar sampai keluar lahan parkir, salah satu rekan Feni yakni Syahrial yang membela Feni mendapat perlakuan kasar dari salah satu ajudan bernama Romi.
“Sampai pulang diikuti ke tempat parkiran ditarik-tarik, kawan saya yang belain ditonjok sama ajudan yang namanya Romi,” kata Feni.
Akhirnya, mereka Feni yakni Syahrial Yusuf melaporkan ke Polresta Bandar Lampung dengan nomor laporan LP/B/110/I/2022/SPKT/Polresta Bandar Lampung/Polda Lampung.
“Iyal sudah laporan ke Polresta dan sudah visum juga,” jelas Feni.









