Kondisi Inflasi di Lampung Hingga Saat Ini Masih Terkendali

  • Bagikan

LAMPUNGONE.CO, BANDAR LAMPUNG – Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Provinsi Lampung, Bani Ispriyanto, menyampaikan bahwa kondisi inflasi di Provinsi Lampung hingga saat ini masih terkendali dengan baik.

Bani menyampaikan, di tingkat nasional sedikit naik tetapi masih dalam rentang yang normal dan belum menyetuh angka 3 persen.

“Sampai dengan saat ini inflasi kita masih terkendali dengan baik. Di tingkat nasional memang naik sedikit menjadi 2,92 persen, tetapi masih dalam rentang yang normal dan belum menyentuh angka 3 persen sebagaimana arahan dari Bapak Menteri Dalam Negeri,” ujar Bani Selasa, (27/01/2026).

Bani menegaskan pemerintah daerah diminta untuk terus menjaga inflasi agar tidak melewati batas psikologis tersebut, mengingat dampaknya akan lebih dirasakan oleh masyarakat kelas menengah ke bawah.

“Kalau sampai menyentuh angka 3 persen, dampaknya akan mulai terasa, terutama bagi masyarakat kelas bawah. Karena itu kita diminta untuk terus menahan dan mengendalikan inflasi,” tuturnya.

Beberapa komoditas di Provinsi lampung perlu diwaspadai pergerakan harganya, tetapi ketersediaan stok bahan pokok di Provinsi Lampung saat ini masih aman.

“Stok masih tersedia dengan baik. Hanya ada beberapa komoditas yang perlu kita waspadai seperti cabai, bawang merah, telur, dan daging ayam. Tetapi sampai saat ini, harganya masih relatif terkendali,” jelasnya.

Terkait harga telur ayam ras yang di sejumlah pasar mencapai Rp30.000 per kilogram, Bani menyebutkan bahwa kondisi tersebut masih bersifat fluktuatif dan belum melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Harga telur di pasar itu fluktuatif, ada yang Rp25.000, Rp27.000, hingga Rp30.000 per kilogram. Harga Rp30.000 itu masih sesuai HET telur, jadi belum melebihi ketentuan,” ujarnya.

Perbedaan harga di tingkat pasar dipengaruhi oleh faktor jarak dan biaya distribusi, khususnya bagi pedagang kecil yang mengambil barang dari distributor yang relatif jauh.

“Kemungkinan ada pengaruh biaya transportasi. Tapi karena tidak merata, saya kira masih dalam batas wajar dan tidak menjadi masalah,” katanya.

Terkait pakan ternak, Bani menambahkan bahwa tidak terdapat kendala signifikan, meskipun harga jagung sebagai bahan baku pakan ternak masih relatif tinggi di tingkat distributor dan pabrik.

“Pakan ternak relatif tidak ada masalah, hanya memang harga jagung di tingkat distributor agak tinggi, padahal saat ini sedang masa panen raya. Ini yang sedang kita cari penyebabnya,” tegasnya.

  • Bagikan