LAMPUNGONE.CO, BANDAR LAMPUNG – Memperingati hari menggambar Nasional, Enko Gallary Bandar Lampung yang bekerja sama dengan Forum Drawing Indonesia (FDI) menggelar Pameran drawing secara Outdoor di CafĂ© Skaye, Bukit Randu pada Sabtu sore (14/5).
Pameran yang mengusung tema “Ujung Garis” baru pertama kali dilakukan secara outdoor atau di tempat terbuka, dan juga dalam pameran tersebut terdiri dari 56 karya dan juga 56 Seniman yang berasal dari Bandar Lampung, Lampung Timur, Lampung Selatan, Metro, Lampung Tengah, Mesuji, Pringsewu, Tanggamus, dan Pesawaran.
Pada Pameran tersebut, dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung sekaligus Pembina Info Galery Bandar Lampung yakni, M. Yudhi.
Dalam sambutannya, M.Yudhi mengatakan bahwa, kegiatan pameran tersebut merupakan terobosan baru yang dimana baru pertama kalinya dilakukan secara outdoor atau terbuka dan juga dilakukan di Hotel ternama. Diketahui sebelumnya, kegiatan pameran biasanya dilakukan di dalam gedung tertutup.
“Ini terobosan baru. Karena, selama ini kita melakukan di ruangan tertutup. Dan Provinsi Lampung berupaya melakukan kegiatan ini sehingga acara ini bisa dilaksanakan dan Karena mereka ini merupakan salah satu pahlawan Kota Bandar Lampung dan ini baru sejarah nya kita Kota Bandar Lampung bisa melakukan seperti ini dan juga bisa membiayai,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung sekaligus Pembina Info Galery Bandar Lampung M.Yudhi.
Lanjutnya, walaupun Kota Bandar Lampung tidak banyak memberikan dana tapi, kami berusaha memfasilitasinya.
Kemudian, Ketua panitia koordinator sekaligus Ketua Pembina Enko Galery, Eko Martoyo. Mengatakan bahwa, Pameran drawing dilakukan secara Nasional dan serentak, Minggu (15/5).
“Kalau pameran drawing ini secara keseluruhan nasional serempak diadakan dan kegiatan ini dilaksanakan seminggu mulai dari tanggal 14-20 Mei 2022. Dan dalam kegiatan ini kami tidak ada sponsor kami dibantu oleh Dinas Pariwisata. Untuk harga itu bervariasi mulai dari ratusan hingga jutaan. Bahkan, puluhan juta,” kata Eko Martoyo.
Eko juga menjelaskan tema dari “Ujung Garis” tersebut yakni apa yang di goreskan sampai ujung itulah titik selesai menggambar.
“Kalau kami mengusung tema “UJUNG GARIS” karena itu apa yang kita goreskan sampai ujung itu sudah selesai. Karena memang masin-masing pribadi personal mempunyai daya corak punya objek yang dia pilih” jelasnya.
Dalam hal tersebut ia berharap bahwa, pelukis pemula yang baru belajar harus terus semangat berkarya sehingga membuat Generasi muda semakin tumbuh
“Harapan kita menggunggah pelukis pemula yang baru belajar itu ada sedikit rasa bangga bisa membuat semangat terus berkarya dan bisa menumbuhkan generasi muda,” harapnya.









