Lamsel Dapat 6.500 Dosis Vaksin PMK

  • Bagikan

LAMPUNGONE.CO, LAMPUNG SELATAN – Lampung Selatan (Lamsel) mendapatkan 6.500 dosis vaksin untuk menangkal Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak. Kabupaten ini berencana segera vaksinasi guna meminimalisasi menyebar wabah PMK.

Bupati Lamsel, Nanang Ermanto, menjelaskan, wilayah Lamsel merupakan pintu gerbang pulau Sumatera dan pulau Jawa, sehingga perlu siap dan siaga lebih menghadapi menyebar wabah PMK.

Untuk memaksimalkan dalam mencegah indikasi wabah PMK hewan ternak di Lamsel, ia dan jajaran pemerintahan akan terus berupaya memenuhi kebutuhan vaksin PMK.

“Kita dapat 6.500 vaksin, ini masih kurang, nanti bertahap, inyaallah kita berupaya dan berusaha kembali. Jangan sampai ada sapi masuk dari daerah lain, vaksidn kurang. Apalagi sapi itu ada indikasi kena PMK. Ini harus kita minta ke pusat melalui Dinas Peternakan,” jelas ia dalam apel siaga pencanangan vaksinasi PMK di Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan setempat, Rabu (29/6).

Nanang meminta agar seluruh jajaran terkait, mulai peternak, blantik, penyuluh, hingga Dinas Peternakan dan lintas sektoral lainnya, dapat terus bekerja sama dan saling berkoordinasi mengenai menyebar kasus PMK.

“Saya minta juga agar seluruh jajaran menjaga wilayah bila ada lintasan ternak antarluar daerah. Saya juga minta koordinasi dengan luar daerah, jangan sampai ada arus lintas sapi dari luar daerah terindikasi PMK,” katanya, seperti dilansir dari lampungselatankab.go.id.

Ia mengungkapkan, wabah PMK kini banyak menyerang hewan ternak ini sangat berbahaya dan dapat menyebar sangat cepat. Bila terus dibiarkan, hal ini dikhawatirkan akan berdampak terhadap kerugian ekonomi masyarakat dan daerah.

“Ini sangat merugikan dan sangat bahaya, terutama para blantik ini harus benar-benar diperhatikan baik-baik. Jangan sampai lengah dan ada hewan terindikasi PMK. Saya tak melarang usahanya tapi lihat dulu situasi dan kondisinya. Ini yang saya tekankan kepada para peternak juga, jangan mudah tergoda dengan harga sapi murah,” tegas Nanang.

Meski demikian, melalui sistem kebersamaan dan gotong royong, Nanang yakin dan percaya, hewan ternak yang terdapat di Lamsel dapat terbebas dari indikasi wabah PMK.

“Kemampuan ini berkat gotong royong dan kebersamaan. Kita kolaborasikan satu sama lain jadi suatu kekuatan menyintai daerah dan membangun guna kepentingan masyarakat,” ungkapnya.

  • Bagikan