LAMPUNGONE.CO, BANDAR LAMPUNG- Menuju SmartCity Pemerintah Kota Bandar Lampung bersama Bank Indonesia (BI) mulai lakukan digitalisasi kepada pasar-pasar tradisional dengan menggunakan pembayaran Non tunai (Qris) di pasar Tamin, Rabu (29/12).
Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan bahwa, pihaknya menyambut baik pasar tamin dan Mall Boemi Kedaton yang dijadikan sebagai program nasional S.I.A.P QRIS.
“Mudah-mudahan ini awal kita. Kami Pemerintah Kota Bandar Lampung siap dengan adanya Qris, dan kami akan terdepan supaya pelayanan di kota Bandar Lampung semakin cepat dan terdepan,” ujar Eva Dwiana.
Lanjutnya, bukan hanya pedagang saja. Akan tetapi pihaknya akan merangkul pelaku usaha kafe, hotel dan seluruh lapisan masyarakat agar Pengguna QRIS yang bekerjasama dengan BRI ini bisa semakin bertambah.
“Bunda Eva yakin Kota Bandar Lampung yang 60 % ini bisa mencapai lebih banyak lagi dan kita akan ajak anak-anak muda, cafe-cafe, rumah makan yang besar-besar, dan hotel-hotel supaya di zaman pandemi ini tidak banyak bersentuhan tangan Karna kita gak tau omicron B11529 ini ada di mana,” katanya.
Kemudian, Kepala Kantor Perwakilan (KPW) BI Lampung Budiharto Setyawan mengatakan bahwa saat ini penggunaan S.I.A.P QRIS sudah mengalami peningkatan sejak 2019 – 2021.
Untuk pengaplikasian di pedagang itu sendiri saat ini sudah mencapai 215 ribu pedagang. Untuk di Bandar Lampung pasar Tamin dan mall boemi kedaton menjadi pilot projek dari program nasional S.I.A.P QRIS dari BUMN.
“Untuk penggunaan S.I.A.P QRIS ini nanti kita akan memberikan sosialisasi kepada pedagang, agar sesuai dengan pesan ibu walikota tadi tidak mempersulit,” katanya.









