LAMPUNGONE.CO,BANDARLAMPUNG – Pakar Energi Institut Teknologi Sumatera Rishal Asri menjelaskan bahwa untuk mengurangi konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan memanfaatkan transportasi massal di setiap daerahnya, Kamis (23/10/2025).
Rishal mengatakan bahwa di Indonesia 50 persen habis di penggunaan transportasi terutama roda dua.
“Bila berbicara tentang energi salah satu yang menjadi fokus adalah mengenai bahan bakar minyak, dan ini tidak jauh dari transportasi. Di Indonesia itu 50 persen energi habis di penggunaan transportasi terutama roda dua,” ujarnya.
Ia mengungkapkan dalam rangka mengurangi konsumsi atas bahan bakar minyak pemerintah melakukan kebijakan seperti satu pintu impor minyak mentah, dan kebijakan pencampuran etanol 10 persen.
“Sebenarnya untuk mengurangi kebutuhan energi terutama bahan bakar minyak dapat dilakukan dengan memperbanyak menggunakan transporasi massal. Seperti di Kota Bandarlampung dapat kembali mengaktifkan Bus Rapid Trans (BRT) sehingga penggunaan kendaraan khususnya roda dua bisa dikurangi,” tuturnya.
Daerah dapat berkontribusi dalam pengurangan konsumsi hingga mengurangi ketergantungan akan bahan bakar minyak fosil, dengan kembali mengaktifkan transportasi massal bagi masyarakat.
Dalam hal ini, untuk mengurangi ketergantungan akan bahan bakar minyak, dapat pula diperluas dalam penggunaan kendaraan listrik.
Namun harus diperkuat dengan mempersiapkan infrastruktur dengan memperbanyak Stasiun Pengusian Kendaraan Listrik Umum, menjamin keamanan pengguna kendaraan listrik.








