LAMPUNGONE.CO, PESISIR BARAT – Harga cabai di Pesisir Barat bertengger kisaran Rp110 ribu hingga Rp120 ribu/kg. Hal ini membuat pelaku usaha kuliner mengeluh.
Surti, pengusaha rumah makan di Pasar Pagi Krui, Kecamatan Pesisir Tengah, harus mengeluarkan modal awal lebih besar demi membeli kebutuhan bumbu dapur.
Ini agar usahanya tetap ngebul. Sebab, harga bahan pokok seperti cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan bahan lainnya melonjak.
“Saya beli cabai sekilo itu cuma Rp30 ribuan, sekarang cabai naik Rp110 sampai Rp120 ribu per kilo, ya, sangat membebani saya selaku pedagang,” kata Surti, Rabu (29/6).
Dia mengaku, akibat harga cabai dan bawang merah meroket, laba usaha menurun hingga 20 sampai 30 persen setiap hari. Sebab, dia memilih mengurangi untung daripada mengurangi takaran cabai pada olahan makanan.
“Pedagang makanan ini pasti sangat berdampak. Daripada mengubah rasa dan dapat komentar pelanggan, kami mengurangi untung,” ungkapnya.
Dia menjadi serba salah. Jika dia mengurangi takaran cabai, rasanya pasti berubah. “Bila rasanya ber-ubah, pelanggan bisa pada kabur ke tempat lain,” katanya.
Surti berharap agar kondisi ini tak berlangsung lama. Sehingga pendapatan usahanya bisa normal kembali.
Terpisah, Depri, pedagang cabai di Pasar Pagi Krui, mengungkapkan, harga cabai tinggi sudah berlangsung sejak dua pekan terakhir.
Menurut ia, harga cabai melonjak karena kondisi cuaca kurang menentu. Ini (cuaca) mempengaruhi hasil panen petani hingga produksi menurun. Produksi menurun itu menyebabkan barang langka di pasaran.
“Barangnya memang langka, makanya harganya juga naik. Di Liwa saja sekarang harganya tinggi, apalagi di Krui,” ungkapnya.









