LAMPUNGONE.CO, BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung melalaui Balai Pengelolaan Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman Lampung melakukan kerjasama dengan Bungsu Group dalam mengelola Penangkaran Rusa Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Yanyan Ruchyansyah menjelaskan, bahwa kerja sama tersebut ditandai dengan hadirnya plang bertulisan “Farmday Mountainside at Tahura Wan Abdul Rachman” di area depan kawasan wisata.
Yanyan menegaskan, bahwa kerjasama ini merupakan upaya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Lampung dari sektor Kehutanan yang mengalami penuruan sejak pandemi Covid-19.
“Karena memang sejak pandemi khususnya, pemasukan untuk PAD dari Tahura ini menurun drastis. Jadi jumlah kunjungan sangat terbatas, sehingga target PAD belum bisa tercapai. Jadi tahun lalu itu 60 persen kurang lebih 80 jutaan,” ujar Yanyan, Senin (05/01/2026).
Ia menambahkan, karena capaian tersebut target PAD Tahura pada Tahun 2025 diturunkan menjadi sekitar Rp. 55 juta. Meski demikian, pihaknya optimis potensi Tahura yang memiliki luas sekitar 22 ribu hektare dapat di kembangkan lebih maksimal.
“Tahura ini punya 22 ribu hektare, Ada beberapa potensi yang bisa kita kembangkan, diantaranya adalah pengelolaan yang lebih intensif di sini, di Penangkaran Rusa,” tambahnya.
Keterbatasan Sumber Daya Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan kawasan Selain tugas pembinaan petani dan perlindungan hutan, pengelolaan bisnis wisata membutuhkan fokus dan profesionalisme khusus.
“Kalau dikelola sendiri oleh ASN, konsentrasinya terpecah. Karena itu kami membuka alternatif kerja sama dengan pihak ketiga agar pengelolaan bisa lebih profesional,” jelasnya.
Dari sejumlah pihak yang diundang untuk melihat potensi Tahura, Bungsu Group dinilai paling sesuai karena menawarkan konsep pengelolaan yang sejalan dengan prinsip konservasi Tahura. Konsep tersebut juga telah dipresentasikan dan mendapat persetujuan Gubernur Lampung.
“Alhamdulillah, setelah soft launching pada 11 Desember, sudah terlihat peningkatan jumlah kunjungan. Dampaknya mulai terasa,” tambahnya.








