LAMPUNGONE.CO, KRUI- Asisten I Bidang Pemerintahan Pemkab Pesisir Barat (Peaibar), Audi Marpi, menghadiri pengukuhan pengurus Paguyuban Rasa Sosial Jowo (Prasojo) Kabupaten Pesibar periode 2021-2025, di Durian Bungkuk, Pekon Seray, Minggu (4/4/2021).
Dewan Penasehat Prasojo, KH. M. Nurhadi, melantik 21 orang pengurus Prasojo, 1 Ketua Prasojo M.Towil yang merupakan anggota DPRD Pesisir Barat, 2 Penasehat Prasojo yaitu Sekda Pesisir Barat Ir. N. Lingga Kusuma, MP dan dr. Budi Wiyono, M.H.
Ketua Prasojo M.Towil, berterima kasih kepada Saibatin Marga Pesibar, unsur forkopimda, dan tamu undangan yang telah ikut berpartisipasi dan mendukung pelantikan ini.
“Semoga kita semua dapat menyatukan pendapat, kerja sama yang baik serta tercapai sebuah tujuan,” kata Towil.
Menurutnya, adat budaya harus terus berkembang menuju sebuah kemajuan. Juga harus memahami artinya persatuan dan kesatuan.
“Jangan mudah terpancing dan terhasut berita yang memicu ketidak benaran untuk memecahkan rasa persaudaran kita,” ucapnya.
Sai Batin Marga Tenumbang Pun Merah Gunawan gelar Pemangku Alam mewakili Ketua Dewan Saibatin Marga, menegaskan pihaknya akan berusaha maksimal demi berjalannya Prasojo Pesibar periode 2021-2025.
“Kita terus bersama-sama mengembangkan suku dan budaya jawa dan lampung. Juga jangan terpengaruh hal negatif karena itu semua akan berdampak buruk kita semua,” ujarnya.
Karena, kata ia, di mana-mana suku jawa terkenal rasa sosial dan toleransinya sangat kuat.
Kapolres Lampung Barat AKBP Rachmat Tri Hariyadi, mengingatkan, khususnya bagi persatuan Prosojo, pada pribahasa dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung.
Asisten I Bidang Pemerintahan Pemkab Pesibar, Audi Marpi, mengatakan, Prasojo ialah sebuah organisasi kemasyarakatan di Pesibar. Banyaknya ormas merupakan sumber daya tak ternilai.
“Untuk itu, seluruh pengurus Prasojo, mari kita bersama-sama berpikir maju dengan selalu mengedepankan visi dan misi organisasi kita tercinta ini,” katanya.
Ia mengajak, Prasojo turut serta membangun Kabupaten Pesibar.
“Tak cukup hanya peran dari pemerintah saja. Ada tiga komponen tak dipisahkan dalam pembangunan, yakni oemerintah, swasta dan masyarakat,” ucap Audi.









