Penuhi Gizi Bagi Keluarga Beresiko Stunting, Pemkot Bandar Lampung Salurkan 1.080 Telur Gratis

  • Bagikan

LAMPUNGONE.CO, BANDARLAMPUNG-Sebagai tambahan pemenuhan gizi bagi keluarga berisiko stunting, Pemerintah Kota Bandar Lampung menyalurkan bantuan 1.080 telur gratis.

Penyaluran yang diberikan langsung oleh Walikota Bandarlampung tersebut merupakan salah satu langkah Pemkot Bandar Lampung dalam mempercepat pencegahan dan penurunan angka stunting melalui peningkatan asupan gizi keluarga yang masuk kategori berisiko.

Dalam hal itu, Eva Dwiana mengatakan pemenuhan gizi seimbang menjadi faktor penting dalam upaya mencegah stunting pada anak. Karena itu, pemerintah daerah memberikan tambahan asupan protein hewani berupa telur kepada keluarga sasaran.

“Telur merupakan sumber protein hewani yang sangat baik dan mudah diperoleh masyarakat. Kandungan gizinya lengkap, mulai dari asam amino, vitamin hingga berbagai mineral penting yang dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang anak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sasaran penerima bantuan adalah keluarga yang memiliki balita dan masuk dalam kategori keluarga berisiko stunting.

Data penerima berasal dari usulan kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang tercatat dalam Data Keluarga Berisiko Stunting (KRS) dari Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, serta telah diverifikasi oleh lurah dan disesuaikan dengan data keluarga desil 1 hingga 3 dari Dinas Sosial.

Sebanyak 1.080 keluarga di Kota Bandar Lampung ditetapkan sebagai penerima manfaat program tersebut.

Masing-masing keluarga akan memperoleh dua butir telur per hari yang didistribusikan setiap bulan selama tiga bulan, mulai Juni hingga Agustus 2026.

Menurut Eva Dwiana, konsumsi dua butir telur setiap hari dapat membantu memenuhi kebutuhan protein harian anak dan menjadi bagian penting dalam program perbaikan gizi masyarakat.

“Melalui tambahan pemenuhan gizi ini, diharapkan kebutuhan nutrisi anak-anak dari keluarga berisiko stunting dapat terpenuhi sehingga mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka secara optimal,” kata dia.

Pemkot Bandar Lampung berharap program bantuan telur gratis ini dapat menjadi salah satu intervensi nyata dalam menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak di Kota Bandar Lampung.

Kepala Dinas Sosial Kota Bandar Lampung, Aklim Sahadi, mengatakan program bantuan pangan tersebut akan berlangsung selama tiga bulan. Setiap penerima manfaat akan mendapatkan alokasi bantuan sebanyak 4 kilogram telur per bulan.

“Program ini merupakan upaya pemerintah dalam membantu pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat yang menjadi sasaran bantuan sosial,” ujar Aklim Sahadi, dalam keterangannya.

Berdasarkan data rekapitulasi penerima, Kecamatan Panjang dan Sukarame menjadi dua wilayah dengan jumlah penerima bantuan terbanyak. Masing-masing kecamatan tercatat memiliki 144 penerima manfaat.

“Jumlah penerima yang cukup besar juga terdapat di Kecamatan Teluk Betung Timur sebanyak 72 penerima, Kemiling 69 penerima, serta Tanjung Karang Barat dengan 68 penerima,” ujarnya.

Selanjutnya, Kecamatan Rajabasa dan Teluk Betung Utara masing-masing memiliki 62 penerima, disusul Langkapura sebanyak 60 penerima dan Bumi Waras 57 penerima.

Sementara itu, Kecamatan Tanjung Senang dan Tanjung Karang Pusat tercatat sama-sama memiliki 50 penerima bantuan.

Untuk wilayah dengan jumlah penerima menengah hingga rendah, Kecamatan Kedamaian memiliki 42 penerima, Labuhan Ratu 34 penerima, Enggal 33 penerima, Kedaton 31 penerima, dan Way Halim sebanyak 29 penerima.

Adapun Kecamatan Teluk Betung Selatan tercatat memiliki 16 penerima dan Tanjung Karang Timur sebanyak 9 penerima.

Di sisi lain, Kecamatan Teluk Betung Barat menjadi wilayah dengan jumlah penerima bantuan telur paling sedikit, yakni hanya 7 penerima manfaat.

Secara keseluruhan, total penerima bantuan telur tahun 2026 mencapai 1.081 sasaran.

Pemerintah Kota Bandar Lampung berharap distribusi bantuan tersebut dapat berjalan tepat sasaran dan membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di seluruh wilayah kota.

Penulis: EliEditor: Roni
  • Bagikan