Peran Mahasiswa Sebagai Insan Akademis Menuju Generasi Emas Indonesia Cemerlang, Realitas Zaman dalam Periode Krusial Generasi

  • Bagikan

LAMPUNGONE.CO- Saat ini perkembangan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) generasi penerus bangsa dihadapkan pada disrupsi teknologi AI dan digitalisasi yang mengubah cara kerja, belajar, dan berinteraksi secara fundamental.

Hal ini dapat menyebabkan terjadinya perubahan cara berfikir dan berprilaku dalam perubahan dinamika sosial, tatanan nilai dan norma yang tentu mempengaruhi struktur masyarakat yang terus bergerak lebih cepat dari sebelumnya.

Terjadinya Krisis Moral akibat Krisis literasi dan banjir informasi tanpa filter memicu disorientasi nilai dan kelemahan berpikir kritis (krisis Ta’qilun/ mampu membedakan yang baik dan buruk).

Apa Tantangan Terbesar Hari Ini untuk Generasi Indonesia ?

Masalah terbesar generasi muda bukan soal kecerdasan intelektual semata, melainkan kurang sadar, kurang peduli, dan kurang bertanggung jawab terhadap diri sendiri, lingkungan, dan cita-cita bangsa yang wajib merdeka.

Di titik inilah Para pemimpin bangsa mulai dari Presiden dan Wakil Presiden, Pejabat di Lembaga Ekskutif, Lembaga Legislatif, Lembaga Hukum harus memberikan contoh suritauladan sesuai dengan nilai yang ada dalam Falsafah dasar negara Pancasila dan aturan dalam pembukaan UUD 45 dalam kebinekaan berbangsa di Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam menuju cita-cita bangsa yang mulia dan terhormat.

Dan dititik krusial ini peran mahasiswa sebagai insan Akademisi, Pencipta dan Pengabdi yang berada pada titik “Generasi Cemerlang” menjadi penentu, apakah generasi ini akan
menjadi solusi atau justru menjadi bagian dari masalah?

Siapa Sosok Mahasiswa Hari Ini?
Mahasiswa bukan sekadar individu yang mengejar gelar atau mengumpulkan nilai IPK setinggi-tingginya. Mahasiswa adalah kekuatan strategis bangsa, entitas yang memegang peran jauh lebih besar untuk kepentingan bangsa.

Mahasiswa sebagai Agent of Change, sebagai Insan Perubahan kearah kebaikan dan kemajuan.
Mahasiswa adalah motor penggerak transformasi sosial, budaya, dan kebijakan.

Sejarah membuktikan perubahan besar lahir dari gerakan mahasiswa yang berani dan visioner.

Mahasiswa sebagai Agen Social Kontrol atas kebijakan.
Kontrol sosial Mahasiswa memiliki
tanggung jawab untuk mengawasi,
mengkritisi, dan mengingatkan jalannya
pemerintahan dan kehidupan berbangsa agar tetap di jalur yang benar.

Mahasiswa sebagai Future Leader, pemimpin masa depan yang harus dipersiapkan dengan personal mastery yang bercirikan nilai ketangguhan dalam kesehatan spiritual, mental kepribadian dan keilmuan sehingga mempunyai sistem berfikir rasional dan mental model yang mampu membangun visi dan beradaptasi dengan perubahan.
Di fase inilah sesungguhnya negara berada pada tanggungjawab puncak dalam mendididk anak bangsa.

Negara wajib tidak membebani biaya yang tinggi dalam proses pendidikan, apalagi sogok menyogok yang sudah menjamur dan berakar menjadi penyakit kronis yang akan membunuh generasi yang potensial dan meloloskan sosok generasi yang seharusnya disesuaikan kepada kemampuannya dan ini juga menjadi tanggugjawab Negara.

Inilah jawaban krusial mengapa Negara yang kaya raya ini tidak mampu menghadirkan dan mengelola Bonus Demogradi berbasis SDM Unggul.
Mana cita-cita membawa Generasi Emas Indonesia Cemerlang menuju Peta jalan Indonesia Emas 2045 ?

Setiap mahasiswa hari ini adalah pemimpin esok hari. Karakter, integritas, dan kapasitas yang dibangun sekarang akan menentukan kualitas kepemimpinan bangsa ke depan.

Mahasiswa adalah pusat gerak perubahan bangsa bukan penonton, bukan figuran, melainkan aktor utama dalam panggung sejarah.

Peran Mahasiswa dalam dimensi ruang Digital Rawan.
Hoaks, ujaran kebencian, dan pelanggaran etika digital kini menjadi ancaman nyata yang mengancam individu dan kolektif.
Disinilah mahasiswa harus mengambil peran penting tentang nilai-nilai kepatuhan dan kepatutan dalam hukum. Bukan karena takut sanksi, melainkan karena sadar bahwa ketertiban adalah prasyarat kemajuan.

Bagaimana Syarat Indonesia Emas 2045 ?

Teknologi saja tidak cukup. Diperlukan fondasi manusia yang kokoh dan multidimensi seperti yang telah kita sepakati sebagai Insan Akademis, Pencipta dan pengabdi untuk keumatan dan Ke-Indonesiaan.

Generasi Emas adalah generasi yang mempunyai kesadaran hukum,
tertib aturan dan menjunjung tinggi keadilan sebagai prinsip hidup.

Generasi Emas mempunyai karakter kuat, berintegritas dan disiplin sebagai kompas dalam setiap langkah dan keputusan.

Generasi Emas adalah modal SDM Unggul yang
Cerdas, adaptif, dan siap menghadapi kompleksitas tantangan global.

Generasi Emas adalah Katalisator Perubahan, bukan hanya pintar, tapi bernilai dan berdampak.

Generasi Emas sejati adalah mereka yang menggerakkan, bukan sekadar mengikuti arus.”

Generasi Emas dalam menggerakkan Perubahan akan menjadi inisiator aksi nyata yang memberi dampak terukur bagi masyarakat luas, bukan hanya wacana dan diskusi tanpa tindakan.

Generasi Emas adalah Teladan.
Menunjukkan generasi yang berintegritas, beretika, dan taat hukum sebagau sosok yang sesungguhnya layak
diteladani.

Generasi Emas mampu mengimplementasikan Tiga Pilar :
1. Mengkohesikan ilmu pengetahuan, nilai moral, dan kesadaran hukum dalam satu gerakan yang kohesif dan bermakna.

2. Katalisator Sejati.
Katalisator dalam kimia mempercepat reaksi tanpa habis terkonsumsi. Begitu pula Generasi Emas sebagai katalisator perubahan, mampu mempercepat transformasi bangsa dengan kekuatan gagasan, moral, dan tindakan, tanpa kehilangan jati dirinya dan teguh berprinsip.

3. Mengedapankan nilai spiritual yang utuh tanpa tergoyahkan/ kaffah, sehingga akan menghasilkan kecerdasan sebagai kompas kebenaran.

Moral tanpa ilmu menghasilkan niat baik yang tidak efektif dan mudah dimanfaatkan.

Ilmu + Moral + Hukum
Menghasilkan perubahan yang terarah, bermartabat, dan berkelanjutan.

Sinergi Kolaborasi lintas sektor ( membangun silahturahim anak bangsa) merupakan nilai cinta bangsa dan negara yang melampaui segala kepentingan apapun dalam berbangsa dan bernegara sampai menembus masyarakat di titik nol didaerah 3 T, disitulah kelak lulusan sarjana berada dan ditempatkan untuk membersamai dan mengawal kesejahteraan masyarakat.

Goalnya akan hadir kepemimpinan Visioner yang
Berani mengambil keputusan dan bertanggungjawab penuh atas arah perubahan menuju kebaikan dan berkelanjutan,
” INDONESIA EMAS” .
Wal tandzur qaddamat lighad (وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ): dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.

Oleh : Dr.dr.Wahdi, SpOG(K), SH,MH.

Ketua Gemasic Indonesia

Penulis: RedEditor: Roni
  • Bagikan