LAMPUNGONE.CO, METRO- Rumah Sakit Umum (RSU) Jenderal Ahmad Yani Kota Metro akan menerima 192 peserta pendidikan profesi kedokteran (koas) asal Kalimantan Timur, Banten, Bekasi, Depok, Sulawesi, Palembang, Bandar Lampung, dan Kota Metro.
RSU A. Yani Bumi Sai Wawai tersebut jadi pilihan koas para sarjana kedokteran lantaran telah ditetapkan sebagai RS Pendidikan Utama untuk Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati dan RS Pendidikan Satelit dan jejaring untuk FK Universitas Lampung (Unila).
Kepala Bidang Litbang Diklat Singgih Pramono, mewakili Plt. Direktur RSU Jendral A. Yani Kota Metro, dr. Fitri Agustina, mengatakan, sarana prasarana dan sumber daya manusia mumpuni, sehingga dipilih sebagai tempat para dokter muda menjalani pendidikan profesi.
“Peserta koas harus menyertakan beberapa syarat, yakni pernyataan diteken orang tua, bahwa peserta telah isolasi mandiri sebelum datang kemari. Membawa hasil rapid antigen dengan hasil nonreaktif, telah divaksin, protokol kesehatan harus diperketat, dan selama di Kota Metro dalam masa koas tak dibolehkan keluar untuk alasan apapun kecuali mendesak, hingga ketika terjun praktik aman saat menangani pasien,” ujarnya, Rabu (16/6).
Menurutnya, pendidikan profesi para dokter muda dapat terwujud atas kerja sama yang baik antara Pemerintah Kota Metro dan manajemen RSU Jendral A. Yani, Fakultas Kedokteran Unila, dan Universitas Malahayati.
Penetapan RSU Jendral A. Yani sebagai Rumah Sakit jadi tempat koas sesuai dengan visi misi Wali Kota Metro, yakni mewujudkan masyarakat sehat jasmani, rohani dan sosial, menuju Kota Metro berpendidikan, sehat, sejahtera dan berbudaya.
Adapun stase atau bagian koas terbagi antara mayor (penyakit dalam, bedah, anak dan obgyn) yang dilaksanakan selama 10 minggu dan minor (THT, mata, jiwa, saraf, forensik, kulit kelamin, radiologi dan anastesi) selama 5 minggu .
“Gelombang pertama 49 peserta koas telah di orientasi/pengenalan lapangan pada 12 Juni 2021. Gelombang kedua 72 orang diorientasi 28 Juni, sedangkan 71 peserta gelombang ketiga diorientasi setelah gelombang kedua selesai,” jelas Singgih.









