PMII Diharapkan Bangun Kader Mujahid yang Berpikir Strategis dan Bergerak Terencana

  • Bagikan

LAMPUNGONE.CO, BANDARLAMPUNG – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) merupakan salah satu kelompok anak muda muslim terbesar di dunia, Kamis (16/7/2024).

Melalui Pelatihan Kader Lanjut (PKL) PMII diharapkan dapat membangun kader mujahid yang berpikir strategis dan bergerak terencana.

Wajah muslim milenial itu sepatutnya dilihat melalui PMII dalam kacamata entitas kebangsaan dan keislaman.

Stafsus Kementrian Pertahanan RI, Kolonel (Purn) Thamrin Ferly, S.E., M.H sebagai narasumber mengatakan mengapa strategi bagi kader mujahid penting dalam pertarungan ideologi dan kebijakan publik organisasi yang memiliki management strategis akan mendominasi ruang gerak dan pengambilan keputusan.

“Strategic management bukan sebuah rencana tapi kemampuan adaptasi organisasi terhadap perubahan lingkungan,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan perbedaan planning dan management, planning merupakan proses analitis untuk menetapkan visi, misi dan sasaran jangka panjang.

Sedangkan management ialah proses manajerial untuk implementasi, eksekusi dan evaluasi rencana secara berkelanjutan.

Menurutnya formulasi strategi menentukan arah baru. Formulasi strategi dimulai dengan mendifinisikan jati diri organisasi.

“Bagi PMII ini berarti menerjemahkan cita-cita kemerdekaan ke dalam program aksi nyata,” kata Thamrin Ferly.

Ia juga menjabarkan implementasi dari konsep aksi diantaranya struktur dan budaya dengan menyelaraskan struktur rayon, komisariat hingga cabang agar mendukung eksekusi strategi pusat secata sinergis.

Thamrin Ferly juga menjelaskan, strategi dalam dunia militer adalah soal hidup dan mati.

“Bagi kader lanjut PMII, strategi adalah soal eksistensi dan kebermanfaatan organisasi,” ucapnya.

Ia juga berharap geostrategi PMII dalam konteks Nasional. PMII harus hadir dalam kekuatan strategis di setiap dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Thamrin Ferly berpesan strategi untuk kader lanjut PMII, setiap kader harus dapat membaca peta situasi dan merumuskan langkah yang tepat, terukur dan berdampak.

Kemudian lanjutnya, bergerak terencana sebab eksekusi tanpa rencana adalah Kegagalan yang tertunda.

“Rencanakan, laksanakan evaluasi, dannperbaiki. Ukuran sebagai kader bukan sekedar jabatan, melainkan kontribusi nyata bagi bangsa dan umat,” pungkasnya.

Penulis: RlsEditor: Roni
  • Bagikan