LAMPUNGONE.CO, BANDAR LAMPUNG- Puluhan warga yang terdampak banjir lakukan aksi demo menuntut Pemkot Bandar Lampung untuk segera mencarikan solusi atas bencana banjir setiap kali hujan turun.
Aksi demo tersebut dilakukan di depan halaman kantor pemerintah kota Bandar Lampung, yang dimana puluhan warga tersebut tergabung dalam aliansi masyarakat.
Dalam hal itu Koordinator aksi, Masrol menyampaikan, pada hari ini kami dari aliansi masyarakat Bandar Lampung turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi dan keluh kesah masyarakat yang terdampak banjir.
“Kami meminta agar Wali Kota Bandar Lampung agar kiranya sungguh-sungguh memperhatikan masyarakat Bandar Lampung yang terkena banjir dan meminta Walikota untuk mengevaluasi kembali pendirian bangunan yang berada di sekitar sungai, serta gorong-gorong yang menyebabkan banjir,” ujar Masrol.
Ia juga menjelaskan, karena bangunan di sekitar sungai tersebut berdampak pada pengecilan sungai, pendangkalan sungai yang tidak berfungsi secara maksimal pada gorong-gorong yang ada. Yang mana ijin-ijin pendirian bangunan tersebut tidak jelas.
“Kita meminta pula kepada wali kota menghentikan pembangunan yang tidak berdampak pada masyarakat Bandar Lampung seperti pembangunan-pembangunan jembatan penyebrangan dari Pemkot menuju masjid Al-Furqon yang sama sekali tidak berdampak pada masyarakat,” katanya.
Lebih baik lanjutnya, anggaran tersebut diperuntukan untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir.
“Karena banjir di kota Bandar Lampung ini sudah dalam kategori luar biasa. Ketika hujan jangan kan di daerah aliran sungai jalan raya Kota Bandar Lampung pun tergenang air,” ucapnya.
Oleh karenanya, kami dari aliansi masyarakat Bandar Lampung meminta kepada walikota Bandar Lampung dan jajaran untuk dapat memahami masalah aliran sungai.
“Seperti garis sepadan sungai, sungai perkotaan dan tidak membiarkan pembangunan yang tidak teratur dikota Bandar lampung ini,” tandasnya.









