LAMPUNGONE.CO, BANDARLAMPUNG- Sebanyak ratusan kader Posyandu di Bandar Lampung menerima insentif Rp500 ribu dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung yang disalurkan selama dua hari, Selasa-Rabu (6-7/10/2026).
Insentif tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana di Aula Semergou, Kantor Pemerintahan Kota Bandar Lampung, Rabu (7/10/2026).
Pemberian insentif tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap kader Posyandu yang selama ini membantu tenaga kesehatan dalam menjangkau dan memantau kondisi masyarakat hingga tingkat kelurahan.
Dalam hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung Muhtadi Arsyad Temenggung mengatakan, kader Posyandu memiliki peran penting dalam membantu tenaga kesehatan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap para kader yang sudah secara sukarela turut serta dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” kata Muhtadi, Rabu (7/10/2026).
Muhtadi menjelaskan, saat ini terdapat 76 Posyandu di bawah Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung. Setiap Posyandu memiliki lima kader sehingga jumlahnya mencapai sekitar 380 kader.
Selain kader di masing-masing Posyandu, terdapat pula koordinator kader di setiap kelurahan yang berperan menghubungkan informasi mengenai kondisi kesehatan masyarakat dengan petugas kesehatan.
Menurut Muhtadi, tugas kader tidak hanya membantu pelayanan di Posyandu, tetapi juga melakukan pemantauan awal terhadap kondisi warga di lingkungan masing-masing.
“Untuk kader Posyandu, mereka memberikan pelayanan mulai dari meja satu, dua, tiga, empat dan lima, dan juga membantu petugas kesehatan di lapangan,” ujarnya.
Kader juga diarahkan untuk memberikan edukasi dan menganjurkan warga melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
“Misalnya ada warga yang batuk dalam kurun waktu tiga hari berturut-turut tidak sembuh, mereka juga disarankan untuk melakukan pemeriksaan ke Puskesmas,” jelasnya.
Selain itu, kader turut membantu memberikan edukasi mengenai pencegahan penyakit seperti tuberkulosis (TBC) dan demam berdarah dengue (DBD). Pemantauan terhadap ibu hamil dan balita juga menjadi bagian dari tugas kader di lapangan.
Muhtadi menegaskan, kader Posyandu tidak melakukan tindakan medis. Peran mereka lebih pada edukasi, pemantauan awal dan penyampaian informasi kepada tenaga kesehatan.
“Jadi kader ini sangat membantu kami dari dunia kesehatan, memudahkan ataupun mempercepat informasi yang harus disampaikan kepada masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan, pemberian insentif merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada para kader dan relawan yang selama ini menjalankan tugas di tengah masyarakat.
Ia berharap pemberian tersebut dapat mendorong para kader untuk semakin aktif menjalankan perannya.
“Dengan harapan perhatian dari pemerintah kepada semua kader-kader ini, Bunda berharap semuanya bisa semakin bergerak,” ujar Eva.
Eva mengatakan, keberadaan kader dan relawan membantu pemerintah melakukan pemantauan terhadap berbagai persoalan di lingkungan masyarakat.
Kader diharapkan ikut memantau kondisi anak-anak dan ibu hamil, sementara relawan sampah membantu menjaga kebersihan lingkungan.
“Harapan Bunda sekali lagi, ayo kita semua jaga daerah kita dan kita pantau sesuai dengan porsi masing-masing,” pungkasnya.









