LAMPUNGONE.CO, BANDAR LAMPUNG – Ratusan masa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Bandar Lampung melakukan unjuk rasa di gedung DPRD kota Bandar Lampung, Rabu (7/9/2022)
Unjuk rasa tersebut terkait perihal kenaikan harga BBM yang naik signifikan mencapai angka 30% dari harga normal yang tentunya memberatkan bagi masyarakat.
Massa demo PMII menyampaikan aspirasinya terhadap ketidak setujuannya dengan harga BBM yang naik tragis di depan gedung DPRD kota Bandar Lampung.
“Ada ketidakadilan dari kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM,
kami anggap pemerintah asal-asalan dan benar-benar mengkorbankan rakyat dengan menaikkan BBM sampai 30%,” kata Muhammad Julianto Ketua Umum PMII.
Ia menambahkan, bahwa sampai detik ini massa bisa terkoordinir dan benar masih dalam satu garis komando. Tapi anehnya kenapa pihaknya tidak diterima oleh perwakilan DPRD.
“Padahal kami disini datang sebagai kaum intelektual dengan data-data yang kami sampaikan, yang ujungnya kami juga ingin tau suasana kebatinan ke arah pimpinan kita Kota Bandar Lampung sama atau tidak dengan masyarakat,” ujarnya.
Ia memaparkan hari ini tujuan pihaknya belum tercapai, semua lapisan struktur dan rayon sudah sepakat melipat gandakan masa akan ada aksi susulan.
“Karena tujuan kami belum tercapai, ke depan kami akan menggelar aksi serupa dengan massa yang lebih besar lagi,” tukasnya.
Disamping itu terkait sedikit ada kericuhan, ia menjelaskan bahwa massa aksi kecewa karena kedatangan mereka disambut ileh kawat berduri.
“Yang pertama kami kecewa, kami datang kesini sudah disambut dengan kawat berduri, kami dari awal sudah minta baik baik tapi gerbangya ditutup, inikan ada yang aneh. Filosofi gedung DPRD ini adalah rumah rakyat,” tandasnya.









